Hai, sudah tidak bisa lagi aku berkata apapun, akhirnya aku menulis ini untukmu.


Aku hanya selalu berharap.


Advertisement

Dalam diam, aku sadar telah banyak perkataan yang tak pantas yang telah ku teriakkan padamu. Itu karena aku merasa sangat kecewa.

Apakah kau pernah menatap seseorang dengan kantung mata yang tebal ? pandangan kosong penuh tekanan ? wajah yang kusam dengan raut kesusahan ? Tapi tetap tersenyum demi satu harapan. Dia berjuang bukan hanya untuk kepentinganya sendiri, tersisipkan harapan besar agar bisa membahagiakan seseorang yang dicintainya.

Aku hanya tak habis pikir, kesalahan itu selalu kau ulang terus menerus, kesalahan yang itu itu saja, kesalahan yang selalu berusaha memisahkan kita. Apakah kau tidak bisa memperbaikinya ? apa itu sangat sulit untukmu ? hingga kau ulangi terus menerus ?

Advertisement

Berulang kali juga kau ucapkan maaf pada ku, maaf untuk tidak akan mengulanginya. Saat itu kau menyadari kesalahanmu dan terlihat sangat menyesalinya. Aku kembali menaruh harapan besar tentangmu, "Aku maafin, jangan diulangi lagi yaaa".


Benar, kau berubah! tapi hanya saat itu saja :(


Kini lamunan ku tak lagi bisa menerjemahkan apa yang terjadi, sesulit itu kah permintaan ku hingga tak bisa kau penuhi ? tidak pantas kah aku diperjuangkan oleh mu ? seperti yang aku lakukan padamu ?!

Selalu berulang terus menerus seperti itu, andai aku bisa wakilkan perubahan mu, pasti akan segera aku lakukan, demi hubungan kita yang jauh lebih baik. Tapi apa daya hanya kau yang bisa melakukan nya.

Banyak sekali pertanyaan dalam benakku. Apakah kau nyaman dengan hubungan yang seperti ini ? Apakah aku tak pantas kau hargai ? Atau kau anggap semuanya biasa biasa saja ? Atau sudah nyaman dengan apa yg kau jalani ?


Terlalu egois sepertinya jika aku selalu memaksakan kehendak ku.


Aku bisa saja diam, tapi apakah kau mau selalu ku kasari karena kekecewaan ku ? Lalu kau menangis ? Melihat mu menangis karena perlakuanku jelas aku tak rela, karena aku menyayangimu.

Lantas apa aku harus terus menekan dan memaksa perubahan mu ? tapi apa yg terjadi, kau malah merasa terbebani dan fatal melukai fisik dan batin mu. Melihatmu seperti itu juga aku tak rela, karena aku mencintaimu.

Maafkan aku, kini aku harus mengalah untuk meninggalkanmu, karena tidak ada jalan lain selain ini. Jelas ini akan membuatmu lebih baik.

Dengarkan aku untuk kali ini saja, jangan sampai kau melukai dirimu lagi.

Aku tidak disampingmu lagi, tapi aku akan selalu temanimu dan memelukmu dalam doa. Jauh lebih dekat dari sebelumnya.

My love belongs to you.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya