Banyak sekali remaja masa kini yang sedang dilema dengan yang namanya cinta. Tetapi banyak juga yang tidak bisa membedakan antara cinta dan bodoh. Memang setiap remaja mempunyai kisah cinta yang berbeda-beda yang mereka jalani, dengan cara yang berbeda juga mereka menjalaninya. Cintakah yang membuat kebodohan itu hadir? Atau kebodohankah yang membuat cinta?

Aku, aku juga seorang remaja yang berumur 20th yang sedang dilema juga oleh cinta. Aku sedang menjalin sebuah hubungan asmara dengan laki-laki yang jauh di sana. Meski hubungan kita terpisahkan oleh jarak, namun hubungan kita masih tetap terjalin sampai saat ini.

Advertisement

Ketika tidak ada kabar darinya, aku berharap ada dering di ponselku. Ketika sudah berkurang perhatian darinya, aku hanya berfikir “mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya” . Rasa rindu sering menyelimuti hari-hariku, rindu di mana ingin bertemu dengan nya.

Perilaku yang wajar, tapi semakin waktu melaju seperti semakin cintaku tak berpadu, Sebenarnya, siapakah dia hingga membuat aku mampu melakukan hal yang kadang akupun enggan memikirkannya. Aku mencintai gelap malam seperti aku mencintai halusinasi senyumnya yang memberi terang. Aku mencintainya seperti malam yang memuja bulan, sedangkan dia mencintaiku seperti angin yang enggan diam.

Jadi? Cintakah atau bodohkah? Aku sedang berada pada sebuah masa, di mana ketika cinta membuatku merasa bodoh, ketika kebodohanku membuatku jatuh cinta, ketika kedasyatan cinta menutupi semua alasan kebodohanku .

Advertisement

Wahai malam dan segala gemintang yang memberi terang, Apakah aku bodoh?? Atau aku benar-benar sudah jatuh yang tertimpa cinta. Tapi mungkin aku yang tidak peka jika aku sudah jatuh cinta pada kebodohanku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya