Tidak ada yang berbeda di antara kita, perasaan aku dan kamu yang pernah menjadi kita, aku yakin perasaan itu sama. perasaan ingin selalu berada di sisi, perasaan nyaman pada seseorang dimana bisa saling berbagi,.

Hanya sekarang kita menjaga jarak, hubungan kita memiliki jeda yang entah sampai kapan harus kita menanti,.

Advertisement

Tiada lagi seseorang yang setiap pagi kuucapkan selamat pagi, tiada lagi seseorang yang memberi kabar dikala sepi..

Hati ini masih untukmu, hei wanita kesayangan yang padamulah kuikatkan hati, peganglah ikatan ini, komitmen kita untuk menikah setelah wisuda,.

Ini keputusan kita, walaupun jarak ini ada karena egomu yang kupikir semua bisa tetap baik-baik saja tanpa harus ada jarak yang menghalangi, tapi apapun itu aku akan selalu mendukung keputusanmu, jika menurutmu jarak ini baik aku akan terima dengan hati yang sejujurnya sangat berat.

Advertisement

Apakah kamu tau? Aku tidak pernah berpikir hubungan kita akan berakhir begitu saja, setelah semua masalah yang pernah ada, yang pernah kita lewati, kamu berjanji untuk tidak mengakhiri apapun keadaannya, tapi sekarang janji itu hanya tinggal janji yang pernah kamu ucap, saat ini, berat untuk memegang janjimu, untuk menjaga komitmen kita,. karena aku tidak mempercayaimu? Bukan itu, jujur aku sudah sepenuhnya percaya, sebelum akhirnya janji yang dulu di khianati begitu saja, apalagi peganganku? Janjimu kah? Janji yang sudah di khianati begitu saja? Mana mungkin aku bisa.

Apakah kamu tau? Aku yang diam diam menambah penghasilan dengan menjadi jasa ojek online, tertidur larut jam 3 pagi,. agar bisa menabung demi menghalalkanmu tahun depan, agar kelak aku bisa memberimu kejutan ketika tiba-tiba tabunganku sudah cukup untuk menghadap orangtuamu,. maaf aku berbohong ketika kamu bertanya aku sedang apa, aku selalu menjawab tiduran, istirahat di kamar, yang padahal aku masih mencari tambahan tabungan,. sesekali aku berbohong aku minta maaf.

Aku selalu memimpikannya, bagaimana raut wajahmu nanti ketika aku datang padamu dengan tabungan yang cukup, yang aku tidak pernah bilang padamu,. Sebarapa sering kamu ragu akanku? di saat aku mengatakan tidak mungkin cukup untuk tahun depan,. tapi semua sudah sia-sia, aku sudah tidak lagi termotivasi untuk bekerja keras tanpa dukunganmu..

Jujur aku takut, takut akan kehilanganmu, aku takut jika suatu saat kamu pergi karena sudah terbiasa tanpaku, apakah kamu bisa tetap memegang komitmen kita? tolong yakinkan aku, kuatkan aku bahwa kita akan dipersatukan nanti,.

Jarak ini,.

Jarak yang sekarang ada, mungkin adalah ujian bagi kita, untuk kembali mengingat-Nya, bukankah Dia sang Maha Besar itu adalah Dzat yang Maha Mencemburui? Dia pencemburu kepada hati hambanya yang berharap selain kepadanya,. mungkin benar, tidak munafik ketika aku lebih memikirkanmu lebih dari pada Tuhan kita sendiri..

Malam sebelum lelap, pagi saat terbangun, aku bahkan melupakan-Nya hanya untuk bersyukur atas doa yang telah didengar, doa agar selalu didekatkan padamu. Maafkan kelalaianku Tuhan, aku salah dan aku menyesalinya,.

Sekarang aku berdoa agar kelak kita di persatukan kembali, agar kita benar-benar bisa bersanding dalam ikatan halal yang pasti,. Aku yakin mampu memperbaiki diri, dan menjadi pantas menjadi imam bagimu, anak kita, keluarga kecil yang kita impikan nanti,.

Sekarang aku akan bersabar, memperbaiki diri, membangun kualitas seorang lelaki yang pantas menjabat tangan ayahmu nanti, hingga tanpa keraguan sedikitpun ayahmu,ibumu, bahkan ketiga abangmu akan merestui kita,.

Bersabarlah, 3 tahun ini akan menjadi penantian terberat bagiku, dan mungkin juga untukmu, untuk kita,.

Jaga hatimu sayang, wanita kesayangan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya