"Siapa yang bisa menahan rasa cinta dan hati yang begitu merindu? Bahkan saat rasa itu datang menyusup di hatimu, sungguh tak kuasa kamu bisa menolak atau mengabaikannya. Bahkan kamu bisa dibikin makin galau olehnya."

Jatuh cinta pada seseorang tapi dia tak pernah peka atau menyadari perasaanmu.

Advertisement

Yang bisa kamu lakukan hanyalah menatapnya dari jauh atau diam-diam mendoakannya. Tapi ketika tak berujung dan kamu tak melihat ada harapan lagi, salah satu langkah yang paling rasional untuk diambil adalah mulai menjaga jarak darinya.

Pasrah? Mungkin.

Tapi jika itu yang terbaik untuk membantumu bisa membenahi lagi hatimu, maka cobalah untuk mulai berdamai dengan hatimu.Sebelum batinmu makin tersiksa karena mencintai dia yang tak pernah tahu atau peduli, kini saatnya kamu mulai menjaga jarak darinya.

Advertisement

Mari kuceritakan sesuatu tentang cinta.

Sebenarnya, berbicara tentang cinta memang tak pernah mudah. Ada banyak proses yang harus dilalui, dari tatap hingga jatuh hati. Dan cara setiap orang untuk mencinta berbeda-beda, ada yang meluap-luap begitu jatuh cinta ada juga yang menyimpannya hingga menumpuk—sederhananya ada yang agresif dan ada pula yang pasif.

Jatuh cinta bukanlah perkara mudah, terlebih jika jatuh cintanya secara diam-diam. Rasa senangnya tidak bisa diluapkan dengan bebas, begitu pula dengan rasa sakitnya.

Seperti halnya ketika aku bertemu dengannya. Semula hanya karena penasaran, namun detik demi detik hingga hari demi hari aku memperhatikannya, aku menemukan bahwa aku ingin tahu karena penasaran saja. Hatiku telah tertambat padanya.

Pada wanita yang memangku semangatnya setiap pagi.
Pada wanita yang mencintai bintang.
Pada wanita yang begitu romantis, namun tak pernah ingin menikah dengan cowok Casanova.
Pada wanita yang begitu sarkastik dan hobi memberikan perhatian retorik. Aku jatuh cinta padanya.

Aku bukanlah orang yang meluap-luapkan cintanya.
Cenderung diam, hingga perasaan itu tak tertahan lagi aku masih menyimpannya dalam diam.
Bertahun-tahun aku menjadi orang yang meliriknya diam-diam dengan bibir tersungging.
Bertahun-tahun pula aku menyadari bahwa dia bukan lagi seorang remaja yang kekanakan, dia telah menjadi wanita yang dewasa.

Terbersit pertanyaan, bagaimana jika aku menyukainya terus menerus?
Bagaimana bila aku tak mampu untuk menahan itu semua?
Bagaimana jika aku tetaplah orang yang mencintainya diam-diam, yang mana dia benar-benar tak peduli dengan hal itu?

Ada konsekuensi berat yang harus diterima jika menjadi si pemerhati diam-diam.
Aku harus bertahan rasa sakit yang ada. Tak mampu menunjukkan kebahagiaan dan tak mampu pula menyampaikan perasaan.

Aku harus bersabar setiap ada cowok yang mendekat padanya. Aku telah bertahan selama ini.

Sudah sejauh ini, dan kini aku mencoba berkelit dengan perasaanku untuk melupakan bahkan membencinya agar aku tidak berfokus padanya terus menerus.

Namun, mengapa mata ini selalu mencarinya di kerumunan orang-orang? Kenapa mulut ini mendadak membisu tatkala melihatnya? Mataku tak ingin berpaling darinya meski di sampingnya telah ada cowok lain. Aku bisa apa? Aku tidak bisa mengungkapkan bahwa aku adalah orang yang mencintainya selama ini. Aku tidak bisa.

Mungkin egokulah yang terlalu tinggi hingga untuk melontarkan pernyataan cinta aku tak mampu.
Mungkin takutkulah yang terlalu besar hingga untuk tahu jawabannya akan perasaanku aku tak bisa.
Mungkin, aku takut ditolak olehnya.

Seperti halnya Juno Sanjaya yang mencintai Zoya.

Diam-diam menyukai Zoya gadis cantik yang menaruh perhatian lebih kepada Juno, aku pun begitu. Aku pun sama seperti Juno yang sebenarnya tidak berharap lebih dari perhatian Zoya, namun hati tak bisa dibohongi. Ia mencintai Zoya dan tidak mampu mengatakannya.

Jatuh cinta diam-diam tidak pernah mudah.
Saat usaha untuk membunuh perasaan itu begitu gencar, namun langsung runtuh begitu melihatnya lagi.

Seperti usaha Juno yang gagal total saat ia bertemu lagi dengan Zoya—gadis pantonimnya.
Fantasi-fantasi tentang Juno kembali datang pada diri Zoya. Karena ia tahu, kekurangannya tidak akan mampu bersanding dengan gadis seperti Zoya.

Namun, aku sudah sering merasa sakit hati.
Dan dari sini, aku menyadari bahwa bila aku tak ingin sakit hati, aku harus mengungkapkan apa yang kurasakan.
Setidaknya, aku harus ungkapkan perasaanku. Untuk tahu apakah tetap harus menantimu atau menyerah terhadapmu.

Aku yakin bahwa cinta yang telah ia simpan seorang diri harus kembali diperjuangkan karena berjuang untuk cinta diam-diam tidak pernah salah. Dan memperjuangkan cinta diam-diam tak pernah mudah, seperti perjuangan Juno untuk mendapatkan Zoya dalam Lelaki Penikmat Pantonim.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya