Liburan Menggunakan Kereta Mini? Dijamin Nggak Bakalan Bosen Deh Pas Perjalanan~

Kereta wisata atau bisa disebut dengan kereta mini adalah alat transportasi yang terbuat dari mobil yang diubah menjadi kereta wisata. Bodi yang digunakan untuk membuat kereta wisata tersebut yaitu dengan menggunakan bodi mobil Chevrolet dan mesin mobil Chevrolet juga atau bisa juga menggunakan bodi dan mesin truck, untuk kapasitas penumpang kereta wisata sendiri berjumlah sebanyak 46 orang, di Yogyakarta sendiri juga sudah banyak yang mempunyai kereta wisata sekitar 30 pemilik kereta wisata.

Advertisement

Di masa pandemi ini banyak orang yang mengkhawatirkan akan pandemi corona, dan orang-orang dilarang untuk berkumpul-kumpul terlebih dahulu, akan tetapi orang-orang tersebut mengabaikan akan pengumuman oleh pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan di tengah masa pandemi tersebut banyak orang kehilangan pekerjaan dan memilih untuk menganggur atau bekerja seadanya, den mereka pun memerlukan liburan untuk merefresh otak mereka. Bila mereka ingin liburan dan akan menggunakan kendaraan bus biaya yang digunakan sangatlah mahal yaitu berkisar harga Rp.3.000,000/3 juta atau iuran Rp.60.000 untuk menjangkau pantai Parangtritis. Dan cara alternatif yang digunakan warga untuk menghemat biaya tersebut yaitu dengan menggunakan kereta wisata, dengan harga Rp.1.400,000/1juta 400ribu atau iuran Rp.35,000 per orang sudah bisa menjangkau pantai parangtritis dan tpr masuk ke kawasan wisata sudah ditanggung oleh supir kereta mini.

Kereta wisata tersebut juga bisa melaju dengan kecepatan maksimal 80km/jam, kereta wisata juga mempunyai kelebihan, salah satunya lebih nyaman karena selain pelan angin yang didapat langsung tidak menyebabkan mabuk darat, penumpang pun juga bisa menikmati pemandangan waktu perjalanan, tetapi di masa pandemi yang seperti ini penumpang kereta wisata juga harus menggunakan/memakai masker untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Penumpang kereta wisata lebih banyak meminta diantar ke pantai parangtritiss untuk berlibur bersama keluarga, pengunjung lebih banyak menghabiskan waktu di bibir pantai untuk bersenang-senang, dan ada juga yang menaiki delman untuk berkeliling di sekitaran pantai, untuk menaiki delam tesebut pengunjung hanya membayar Rp.35.000 pengunjung diajak berkeliling pantai kurang lebih 25 menit.

Di pantai parangtritis pun pengunjung juga bisa menikmati pemandian air hangat, dipemandian air hangat pengunjung memanfaatkan untuk terapi kaki untuk relaksasi dan juga untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada kaki, di pemandian air hangat pengunjung hanya akan membayar Rp. 5.000 untuk bisa masuk pada pemandian tersebut dan pengunjung tidak akan dibatasi waktu untuk pemandian air hangat. Banyak hirauan tambahan yang berada di pantai Parangtritis. Salah satunya itu yang sudah disebutkan tadi, masih banyak hiburan tambahan misalnya taman cempuri yang berada tidak jauh dari bibir pantai, ada juga alun-alun Parangkusumo juga berada tidak jauh dari bibir pantai, lalu juga ada hiburan untuk anak-anak yaitu penyewaan atv yang berada di bibir pantai.

Advertisement

Selain meminta diantar ke pantai Parangtritis penumpang kereta mini juga meminta di antar ke wisata gumuk pasir untuk bermain di gundukan pasir yang berada di gumuk pasir yang letaknya kurang lebih 500 meter dari bibir pantai Parangtritis. Di gumuk pasir parang tritis untuk bisa memainkan hiburan selancar pengunjung perlu menyewa selancar yang berbentuk seperti skateboard tetapi tidak memiliki roda dan hanya berbentuk papan saja, papan tersebut menyewa dengan harga Rp. 5.000 saja pengunjung bisa bermain sepuasnya di gumuk pasir.


“Di masa pandemi yang seperti ini pengunjung yang berkunjung di gumuk pasir sangatlah menurun daripada pada saat pandemi”


Begitulah kata penjaga parkir wisata gumuk pasir. Penumpang kereta mini selain di dua wisata terseut penutupannya biasanya minta diantar ke pantai depok untuk berbelanja ikan air asin,


“Saya biasanya kalau naik kereta mini biasanya bagian terakhirnya minta diantar ke pantai depok mas, di sana saya biasanya membeli ikan untuk dimasak dirumah sama untuk oleh-oleh keluarga” , begitulah yang dikatakan oleh penumpang kereta mini pada saat ditanya.


Di pantai Depok banyak yang menjual ikan air asin misalnya ikan tongkol, ikan cakalang, udang laut, dan gurita, biasanya yang digemari oleh wisatawan yaitu ikan cakalang dan diolah dirumah dengan dibakar untuk makan bersama keluarga. Pada pandemi seperti ini supir kereta wisata banyak waktu kosong pada hari minggu, karena penumpang yang membatalkan orderan kereta wisata yang meminta diantar menuju tempat wisata yang mereka inginkan karena penumpang kereta wisata takut akan corona.

Pada saat sebelum pandemi corona supir sepur biasanya menghabiskan wakru di hari minggu untuk mengantar penumpang ke pantai “sebelum ada corona saya setiap minggu selalu ke pantai mas, sebulan bisa 4 sampai 5 kali ke pantai mas, tidak minggu saja saya ke pantai, hari sabtu pun penumpang meminta diantar ke pantai, perbedaannya pada saat musim corona ini sangat berbeda sekali mas, saya pada masa corona ini saya biasanya sebulan 2 kali mengantar penumpang ke pantai, itupun sudah alhamdulillah mas, ada juga supir yanglain dari pertengahan masa pandemi sampai sekarang belum ada pesanan surung nganter ke pantai, biasanya banyak kereta sebelum corona yang nganter penumpang ke pantai, tapi sekarang sudah sepi keretannya lebih memilih menyewa mobil dan supir untuk nganter kepantai karena takut corona mas.” Begitulah yang dikatakan oleh supir kereta wisata dengan wajah yang melas karena kasihan teman sepaguyuban kereta mini.

Banyak orang yang mencari sesuap nasi untuk keluarga dengan cara menjadi supir kereta mini, ada juga yang menjadi kernet kereta mini untuk menyambung hidup pada saat pandemi yang seperti ini. Kereta mini adalah kendaraan yang illegal dan banyak menggunakan jalur dena untuk bisa menuju ke tempat wisata, tetapi ketua paguyuban sedang menyupayakan kepada kepolisian untuk menjadikan kendaraan yang legal untuk digunakan berwisata, dengan begitu supir kereta mini tidak berani memacu kendaraan kereta wisata tersebut dengan kencang karena bisa rawan kecelakaan, dan supir-supir lainnya sangat berharap agar kereta wisata atau kereta mini bisa dijadikan kendaraan wisata yang legal untuk masyarakat di sekitarnya tidak hanya di Yogyakarta.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

seorang pemuda yang ingin belajar menulis artikel sendiri dan sukses menjadi penulis

CLOSE