Memang sekolah saja punya alumni, hati kamu juga ada alumni, lho. Kok bisa dibilang alumni? Iya dibilang alumni karena mirip banget kayak sekolah. Penasaran bagaimana penjelasannya? Yuk, kita bahas di bawah ini.

1. Ketika Dia di Hatimu, Dia Mengajarkan Banyak Hal

Mungkin dulunya kamu malas belajar, biasanya kamu masa bodoh dengan IPK yang sudah kayak kurva lembah, ketika ia datang singgah di hatimu, dia ngajarin kamu untuk serius kuliah biar bisa dapat nilai bagus, karena ia orang yang kamu sayang dan kamu bakalan nurutin kata-kata dia. Kemudian kamu berubah secara berlahan tapi pasti. Kamu lebih semangat ketika ia selalu nemenin pas ngerjain tugas kuliah.

Tiap hari dia nggak bakalan bosen untuk ingatin kamu belajar, ingatin jadwal kuliah kamu, supaya kamu nggak bolos lagi dan titip absen.

Ketika berjalannya waktu, mungkin saja kamu dan dia berantem terus putus. Meskipun begitu, kamu harus ingat dia sudah lulus untuk buat kamu berubah menjadi lebih baik. Mantanmu menjadi alumni terbaik, yang mengajari kamu banyak hal.

2.Ketika Dia di Hatimu, Dia Mengingatkanmu Tentang Kebersihan

Kamu pasti sering banget ngambur kamar di kos, kalau sudah ber-hampur pasti mager banget untuk ngebersihin kamar. Tapi kalau dia mau ke kosanmu pasti kamu berusaha untuk tambak lebih sempurna, alhasil kamu pasti bersih-bersih kamar. Padahal kalau dia nggak datang, biar cucian piring numpuk berminggu-minggu, sampah di tumpuk berbulan-bulan, kamar mandi sudah belumutan, kamu bakal jarang bersihin.

Dia pasti selalu ngingatin kamu untuk ngebersihin kamar, karena dia anti banget sama kotor-kotor. Setelah dia pergi dari kehidupanmu, kamu mulai mager lagi, dan kamar kamu kembali ke seperti semula menjadi kapala pecah. Di saat itu kamu kangen sama omelan dia yang sering ngingatin kamu sama bersih-bersih kamar. Dia sudah menjadi alumni hatimu untuk bersih-bersih.

3. Ketika Dia di Hatimu, Dia Mengingatkanmu Untuk Salat 5 Waktu

Bener sih nggak ada pacaran yang islami dan nggak ada yang ngebenarin dalam islam untuk pacaran. Tapi, di masa kamu sama dia dulu, dia paling sering ngingatin kamu untuk salat 5 waktu. Dari situ, kamu malah menjadi lebih biasa untuk salat 5 waktu dan nggak pernah ninggalin. Nggak sama ketika kamu sebelum sama dia, jangankan 5 waktu, 1 waktu aja nggak pernah.

Ketika kamu sama dia mendapatkan hidayah untuk sama-sama untuk komitmen untuk nggak pacaran, kamu menjadi lebih baik dari segi agama dan dia adalah orang yang berjasa dalam hidupmu. Dia sudah menjadi Alumni hatimu sekaligus menjadi calon istrimu dan akan menjadi calon ibu dari anak-anakmu kelak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya