Pesta demokrasi sebentar lagi nih guys, menyambut ajang pemilihan umum terbesar. Harusnya sih senang yakan, namanya juga pesta. Tapi kenyataan di lapangan malah jauh dari yang namanya asyik. Saling nyinyir, saling nyebar hoaks, saling menjatuhkan, saling membuka aib. Ya ampunnn, demokrasi sih demokrasi tapi harus tetap terkendali, Kakak.

Hidup ini udah ribet, jadi tolong jangan dibuat makin ribet dengan adanya kontestasi pemilihan presiden ini. Dibuat asyik aja.

Advertisement

Caranya?

Tanamkan dalam pikiran bahwa Indonesia ini negeri yang bhineka, beragam, dari mulai suku, adat, budaya, agama, jadi wajar bila berbeda pilihan presiden pun. Beda pilihan itu biasa dan setiap orang punya hak masing-masing untuk menentukan pilihan tanpa paksaan.

Kedua, yuk fokus pada keunggulan pilihan masing-masing tanpa harus mengurusi masalah pilihan lain, sampai buka-buka aib yang gak ada hubungannya dengan kontestasi pilpres, apalagi kalau niat banget bikin berita hoak. Cari tahu apa sih yang jadi kelebihan pilihan kita, semisal program-program unggulan apa aja yang dipunya. Selain positif, ini sekaligus mengedukasi diri agar jangan sampai asal coblos, tanpa tahu program kerjanya.

Advertisement

Ketiga, kasih contoh yang baik dengan sikap yang baik. Mulai dari sebarkan hal-hal positif, jangan mudah terpancing emosi, jangan ngeladeni orang-orang yang senang banget bikin rusuh. Kalo lagi ngobrol, tiba-tiba ada yang nyinyir dan mulai sebar racun hoaks, senyumin aja. Terus pamitan deh, tinggalin. Kalo di sosial media? Gampang blok aja, beres. Adem enggaknya pikiran kita, ya cuma kita yang bisa rasakan. Dan nggak usah sok-sokan pengen debat, buang-buang waktu sama tenaga, tahu nggak? Masih mending kalau debatnya bener, ini udah salah, ngotot pula, duh! Janganlah kita ngikutin para politikus-politikus yang hobi no action talk only. Cukup mereka aja yang kaya gitu, kita nggak usah ikut-ikutan.

Terakhir nih, cuma mau ngingetin aja, hidup kita bukan cuma tentang pilpres, jangan sampai gara-gara pilpres, kita berantem sama sahabat, keluarga, pasangan atau bahkan orangtua. Nggak baik berantem-berantem kayak gitu, bikin rejeki menjauh kalo kata orangtua zaman dahulu.

Siapapun nanti yang bakal jadi presidennya, kita harus siap dengan segala hasilnya. Yang menang jangan jumawa, yang kalah tetap lapang dada. Sama-sama kita mendukung program kerja yang baik dan berilah kritik yang membangun bila suatu saat diperlukan. Banyak-banyaklah kita berdoa, supaya dia yang terpilih adalah pilihan terbaik dari Tuhan. Semoga dia mampu untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Amin

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya