Hai! young parents, kalian tahu tidak tentang pendidikan yang tepat untuk anak usia dini. Bagi kalian yang masih baru menjadi orang tua pasti merasa khawatir dan ragu akan memasukan anak kalian ke sekolah seperti apa kedepannya, yuk mari simak risalah singkat berikut ini mengenai pendidikan karakter pada anak.
Pendidikan karakter pada anak sangatlah berpengaruh pada tumbuh kembangnya terutama pada fungsi kognisi mereka, karena fungsi kognisi mereka berperan penting terhadap memori, rangsangan, Bahasa, perilaku, dan motorik mereka. Banyak anak yang mengalami kesalahan dalam menerima pembelajaran dari orang tua maupun guru, ketidakmampuan orang tua dan guru dalam mengajari anak membuat mereka mengalami penyelewengan terhadap norma dan nilai,keterlambatan membaca atau berbicara yang biasa di sebut sebagai disleksia. Memori yang akan terbuang apabila pemberian pendidikan yang kurang tepat, motorik anak yang kurang main.
Penjelasan singkat terkait disleksia, disleksia ini bukanlah suatu penyakit melainkan gangguan pada proses membaca pada anak dan berbicara nya, yang di mana anak merasa mual saat membaca tulisan, pengejaan huruf yang terbalik-balik, dan adanya rasa tekaanan terhadap diri anak tersebut. Penyebab dari anak mengalami disleksia ini terdapat pada pola asuh orang tua, di mana orang tua yang mengasuh anak dengan cara menghukum atau otoriter anak akan cenderung agresif di luar rumah, mencari perhatian dari luar, dan sulit diatur. Sedangkan anak yang diasuh dengan pola otoritatif atau demokratis lebih mudah diatur dan tidak butuh perhatian dari luar.
Apa itu Pendidikan karakter?
Pendidikan Karakter adalah suatu usaha dari generasi sebelumnya untuk membangun karakter pada diri seorang agar dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri anak itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
Menurut Developmentally Appropriate Practice (DAP) menyatakan bahwa " Pendidikan Anak Usia Dini berada pada rentang usia 0-8 tahun, karena pada fase ini anak memiliki perkembangan fisik dan mental yang pesat." Pendidikan Anak Usia Dini ini memiliki sarana yang baik dalam menggali dan mengembangkan karakter, ingatan, emosional, Bahasa, dan komunikasi khususnya. Adapun yang menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya penstimulasi dan rangsangan pada anak umur 0-6 tahun. Pada masa ini anak di ajarkan pula tentang sopan santun, motorik, emosi yang mereka rasakan, dan Bahasa yang di mana kita sering melakukan interaksi kepada anak untuk merangsang mereka agar dapat berbicara.
Bagaimana si cara belajar yang tepat pada anak usia dini?
Pada anak usia dini perkembangan mereka berada pada tahap bermain dan memahami, oleh karena itu cara mengajar yang tepat pada mereka harus disesuaikan terhadap perkembangan mereka. Berikut cara – cara mengajar yang tepat:
1. Menggunakan Pelatihan Motorik Pada Anak:Â
- Penyusunan balok pada saat anak bermain dengan balok, otak mereka akan merangsang pada fungsi sensasi dan persepsinya mau diapakan balok tersebut mereka cenderung menggunakan imajinasinya untuk bermain. Permainan balok ini baik untuk perkembangan motorik anak.
- Kartu huruf bergambar, kartu huruf bergambar ini sangat membantu mereka untuk mengingat huruf dengan mudah. Anak cenderung mudah untuk menghafal segala sesuatu melalui gambar dan warna yang menarik.
- Garis putus-putus pada gambar maupun huruf, pola garis putus-putus ini dapat membantu merangsa fungsi otak anak untuk mengingat, menggambar, dan menulis. Bagaimana polanya dan lain sebagainya.
- Buku motorik berupa kain maupun kertas, buku motorik ini sendiri juga salah satu alternatif bagi orang tua yang tidak ingin ribet. Karena buku motorik pada anak sudah merangkum semua kebutuhan yang diperlukan, buku ini dapat merangsang fungsi sensai-persepsi, fungsi kognisi pada anak.
2. Membacakan cerita pada anak
Membacakan cerita pada anak ini dapat membantu kognisinya berkembang, dimana pada saat di bacakan cerita anak akan mengingat cerita itu karena memori mereka telah di asah. Pembacaan cerita ini baiknya pada waktu anak akan tidur.
3. Menanamkan nilai sopan dan santun kepada anak melalui contoh yang di lakukan oleh orang tua maupun guru.
Membiasakan anak mengucapkan kalimat maaf, terima kasih, permisi, dan minta tolong entah kepada yang muda maupun yang lebih tua.
Ke simpulan dari risalah yang saya buat adalah, baiknya kita sebagai orang tua mengetahui bagaimana tumbuh kembang dan karakteristik anak dengan benar. Pentingnya kita mengetahui prasekolah hingga sekolah yang baik sehingga, dapat mendukung karakter anak kita bukan malah menjadikan tekanan bagi mereka yang membuat anak tidak ingin bersekolah. Bagusnya kita sebagai orang tua juga menerapkan cara belajar yang menyenangkan di rumah contoh: bermain tebak kata, bermain balok, perbanyak bermain di luar ruangan agar anak mengetahui lebih banyak tentang dunia luar juga.
Ajak mereka berinteraksi jelaskan pada mereka setiap ada hal yang baru, mengolah emosi ketika bersama anak jangan sampai tersurut emosi ketika anak sering bertanya. Mengapa begitu? karena pada usia tersebut rasa ingin tahu anak sangatlah besar dan juga mereka akan mengingat dengan jelas dalam kurun waktu yang lama apa yang mereka lihat kemudian tersimpan pada kognisi mereka. Jangan pernah menerapkan pola asuh yang otoriter sekarang kita ubah dengan pola asuh yang otoritatif.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”