Dihampiri Saat Ada Butuhnya Doang Emang Menyebalkan, tapi Respon Kitalah yang Tetap Menentukan

menghampiri saat butuh

Apakah kamu pernah merasa dibutuhkan? Apakah kamu menjadi orang yang pertama dicari ketika seseorang membutuhkan bantuan?

Advertisement

Saya yakin setiap orang pernah berada di posisi tersebut. Sebab selama hidup, setiap manusia tetaplah menjadi makhluk sosial dilingkungannya. Tidak akan bisa melakukan semua hal seorang diri. Akan selalu ada keikutsertaan orang lain didalam setiap yang akan kita lakukan. 

Mulai dari ketika kita akan lahir, orang tua yang mengandung membutuhkan bidan/dokter untuk membantu kita hadir kedunia ini. Begitu juga hingga kita tiada nanti, kita masih membutuhkan orang-orang untuk mengurus jasad kita hingga ketempat dimana seharusnya kita berada.

Banyak hal yang membuat kita membutuhkan bantuan orang lain. Baik membutuhkan bantuan dalam bertindak. Bahkan tidak sesekali kita membutuhkan pikiran orang lain untuk membantu memecahkan permasalahan yang sedang kita hadapi. Namun, bagaimana jika seseorang menghampirimu atau berkabar kepadamu hanya pada saat ia membutuhkan bantuanmu saja, setelah itu kembali seperti semula bak hilang ditelan semesta?

Advertisement

Kesal tidak sih?

Aku yakin sebagian besar dari pembaca tulisanku ini mengatakan "YA". Tidak ada yang salah dengan itu. Kesal itu tentang rasa. Rasa itu berkaitan dengan hati, dan hati kita hanya merespon atas tingkah laku, atau perkataan yang kita terima dari oranglain maupun lingkungan sekitar.

Kita tidak bisa mengatur apa yang dilakukan orang lain terhadap kita, tetapi kita selalu bisa mengatur respon kita terhadap perlakuan mereka. Apakah kita memilih mengabaikannya, memilih membenci orangnya, atau tetap memberikan bantuan seperti yang diinginkannya. Kita yang punya kendali penuh terhadap diri kita. Apakah kita tetap mengarah kepada hal yang positif, atau kita membatasi pergaulan kita terhadapnya. 

Begitupun dengan saya. Tidak sekali saya merasakan berada di posisi tersebut. Namun, saya hanya selalu mengingatkan kepada diri saya untuk berpikir positif.

Mungkin dengan kamu membantunya, Tuhan kembali menyatukan tali silaturrahmi di antara keduanya. Mungkin dengan kamu membantunya, itu adalah cara Tuhan untuk membantumu mendapatkan banyak keberkahan. Mungkin dengan kamu membantunya, suatu hari nanti dia lah orang yang membantu kamu dalam kesulitan. 

Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing. Memilih respon seperti apa yang akan kita berikan kepadanya. Jika memilih untuk mengabaikan, maka seharusnya itu tidak menjadi suatu permasalahan. Selama kamu melakukannya untuk kenyamanan hidupmu sendiri, maka kamu berhak melakukan apapun yang menjadi keinginanmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka buku, travelling, makan dan kamu

Editor

une femme libre

CLOSE