"Skripsi udah sampai mana mas?"

"Kamu teh wisuda kapan mas?"

Advertisement

Bosan nggak sih ditanya-tanya hal yang pasti gitu. iya pasti wisuda, pasti beresin skripsi dan pasti lulus cuman waktunya doang yang nggak pasti, he he he….

Ya namanya juga kuliah, sudah bukan lagi anak sekolahan yang dipatok tiap tahun naik kelas apa nggak naik kelas. Tapi dengan bebasnya perkuliahan yang menuntut kemandirian mahasiswanya sendiri malah bikin mahasiswa ini bablas kuliahnya sampe semester dua digit dan IP juga masih dukomsel (dua koma selalu), sedih.

Ada beberapa hal sih yang bikin kuliah molor, antara malas atau dapet projekan yang menguntungkan atau memang dari awalnya udah nggak niat kuliah aja tapi karena paksaan orang tua jadi ya udah mangguk-mangguk nurut.

Advertisement

Saya nih salah satu mahasiswa yang molor lulusnya. Banyak hal yang bikin saya molor kuliah dan IPK sempat terjun bebas. Mengawali kuliah di salah satu universitas Islam di kota kembang Bandung dan memilih fakultas komunikasi yang saya rasa lebih mudah daripada masuk fakultas ekonomi atau yang lainnya, karena saya sadar kekurangan saya adalah itung-itungan.

Belajar tentang komunikasi ternyata tidak semudah yang saya pikirkan di awal. Serbuan teori dari masalah ngobrol berdua sampai bicara di mimbar saya dan teman-teman belajar. Kuliah 3 SKS bikin penat tapi saya nggak ngira juga kalau di tahun pertama malah IPK cukup melejit menyentuh angka 3.

Aslinya nggak susah-susah amat sih dapat IPK 3 tapi ya namanya juga MABA waktu itu. Masuk tahun kedua setelah penjurusan lagi saya mengambil manajemen komunikasi dan mulai tertarik untuk aktif organisasi di kampus. Hasilnya? IPK terjun bebas, lebih sering titip absen. Nggak ada yang bisa disalahin, karena organisasi kampus bukan hal prioritas yang harus di dahulukan, tetap KULIAH dan MASUK KELAS, NGERJAIN TUGAS itu hal utama yang mestinya mahasiswa lakukan.

Bukannya kapok, saya malah daftar buat jadi assisten lab di TV kampus dan diterima. Setelah dua tahun aktif di organisasi kampus, kegiatan saya yang rutin adalah menjadi assiten lab yang job desc-nya adalah membimbing adik-adik angkatan yang harus membuat tugas mata kuliah tentang TV. Selain itu saya dan teman-teman di berikan tanggung jawab untuk membuat program dan di tunjuk sebagai produsernya.

Belum lagi panggilan liputan dadakan bikin waktu ku habis untuk mengabdi, boro-boro mau nongkrong, orang ngedit di kampus juga bisa sampe jam 11 malem.

Melihat teman-teman beres sidang skripsi dan melewati beberapa selebrasi wisuda membuat saya sudah mulai bosan di kampus dan ingin mencari petualangan baru dan petualangan diawali dengan masuk kerja. Saya pikir karena kerjaanya hanya menjadi media sosial officer tidak akan membuang waktu lama dan masih bisa di sambil ngeberesin mata kuliah yang harus ngulang karena nilai D, E, K dan T (saya udah ngerasain semua nilai di perkuliahan, sebuah prestasi).

Ternyata semua itu omong kosong, setiap semester saya bayar biar masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif aja nggak lebih. Sampai akhirnya saya sadar, Saya #MerdekaTapi kok kuliah nggak beres-beres. Batin ini rasanya berkecamuk saat orang tua nanya "Mas, kuliahmu piye?" atau eyang nanya "Mas, wisudane kapan mas?".

Orang tua mana sih yang nggak pengen ngeliat anaknya di wisuda apalagi kalau dengan IPK di atas rata-rata itu malah lebih bangga lagi. Tapi sebuah kemerdekaan untuk orang tua kalau kita sebagai anak lulus. Bukan masalah kalian bisa bayar kuliah kalian sendiri terus kalian bisa santai dan menunda perkuliahan tapi ingat rasa bangga orang tua itu tak bernilai harganya.

Saya tidak akan melarang kalian untuk aktif atau bekerja sesuai passion kalian saat kuliah, karena tanpa saya aktif di organisasi kampus dan lab saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang, namun ingat kalau kuliah itu mahal dan wisuda adalah pencapaian yang orang tua kalian idam-idamkan. Karena mau lulus cepat atau lama yang untung dan rugi adalah kita sendiri sebagai mahasiswa.

Jadi gimana? Habis baca tulisan ini langsung kepikiran skripsi kalian nggak? Atau keingetan orang tua kalian menunggu undangan wisuda dari jauh (buat anak rantau)? Kalau kalian mulai terpikir, cepat buka file skripsi kalian udah mulai membusuk, hubungi dospem kalian dan mulailah mengerjakan. Karena merdeka sesungguhnya adalah bebas dari belenggu apapun itu bentuknya, terlebih lagi belenggu skripsi!

Septian Titus Alta P

Kuliah dari 2011-2018

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya