Memang sulit untuk menebak cinta. Ketika semua terasa indah bersamamu menjadi bagian dari cinta itu. Datang tanpa terduga, pergi tanpa terkira. Apakah cinta yang samar ataukah cinta yang nyata. Dan ya, begitulah cinta itu adanya. Ibaratnya, seperti dimana ada fajar yang menyapa pagi,disitulah ada mega yang menutup senja.

Dan itulah kamu, Menjadi penyemangat tersendiri ketika masalah datang seperti petir yang meraum. Menjadi "badut hati" yang menjadikan hari terasa sesak dengan tawa. Menjadi penghangat saat dingin merasuk seperti duri yang menggores raga, dan menjadi musuh ketika amarah sudah berada dipuncaknya. Berlalu seperti itulah waktu, bersama kamu, saat itu.

Advertisement

Ketika kamu meminta untuk merubah cerita, aku tidak bisa mengungkap apa-apa. Serasa ada yang menumpuk di kepala. Membayang bayang semua yang telah dilakukan bersama, yang terangkai dalam satu ikat bunga yang menjadi saksinya. Serasa berat untuk menahan air mata, tumpah dan meruah. Aku, entahlah mungkin sulit buat aku. Buat kamu juga, mungkin saja. Hanya kamu dan Tuhan mu yang memahami maksud dari skenario cerita yang kamu pilih. cerita yang kamu tulis, dan yang kamu berikan untuk kita.

Memang baik bagimu untuk merubah cerita. Bukan untuk pergi, tapi untuk memperbaiki. Bukan tentang kita, tetapi tentang aku, kamu, dan Pencipta. Mengganti kisah yang lebih indah untuk-Nya. Aku tidak mempermasalahkan itu, sungguh. Hanya saja aku merasa semua mulai berbeda. Mungkin, memang aku belum terbiasa. Karena sesungguhnya aku memang susah untuk terbiasa. Aku terlalu takut, sangat terlalu takut kehilangan semua. Aku belum terbiasa dengan cerita yang mulai berbeda. Rasaku, terlalu buat kamu. Aku tidak ingin kehilangan semuanya. Ya, aku memang egois. Tapi beginilah aku, yang mencintai dengan tulus.

Memang butuh waktu untuk menyesuaikan cerita yang baru. Aku percaya jalan kamu untuk kita, cerita kita. Dan aku percaya dengan semua keajaiban Sang Pencipta, yang memberi rasa dan semoga tetap menjaga rasa. Meski berat menerima, ya aku bisa apa. Maaf untuk semuanya, dan sekali lagi maaf karena aku belum terbiasa dengan cerita kita yang telah berbeda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya