Wuling Air ev, Wujudkan Mobil Listrik Impian yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Wuling Air ev, Mobil yang akan membawa anda dan keluarga pada transportasi ramah lingkungan

Di masa sekarang mobil keluarga sudah menjadi kebutuhan. Karena pastinya merepotkan, apalagi jika punya balita untuk melakukan perjalanan. Memang transportasi darat di Jabodetabek, sudah lebih lumayan dengan adanya Transjakarta, MRT, LRT juga commuterline. Tapi ketentuan tidak boleh makan-minum, agak merepotkan jika membawa balita. Karena itu mobil menjadi sarana transportasi yang dibutuhkan. Bisa jadi sebagai pekerja, ayah atau ibu tetap menggunakan transportasi umum tapi diakhir pekan atau jika akan membawa anak-anak kontrol ke dokter, menggunakan mobil sendiri, jauh lebih nyaman.

Bicara mobil sebagai sarana transportasi, tentu perlu dipilih yang nyaman dan ramah lingkungan selain harga yang terjangkau. Di Jakarta, beberapa bus transjakarta sudah menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak. Buat saya, lebih menyenangkan naik transjakarta berbahan bakar listrik karena suara mesinnya lebih halus. Ketika saya mencoba mobil listrik yang sedang diperkenalkan suatu kawasan di Wilayah Tangerang, memang terasa nyaman, suaranya halus bahkan nyaris tak bersuara. Jadi si mobil listrik ini umumnya tidak berpotensi polusi suara. 

Jadi jika anda ingin memiliki mobil keluarga, maka mobil berbahan bakar listrik, adalah pilihan yang bijak. Wuling Air ev, misalnya. dari segi harga, dibanderol Rp295 juta untuk tipe Long Range dan Rp238 juta untuk tipe Standard Range. Sedangkan Desain interior dan eksterior juga kece. Nggak usah pusing memikirkan bagaimana dengan pengisian listriknya, karena untuk urusan pengisian daya, Wuling Air ev mengusung konsep easy home charging, di mana pengisian daya dapat dilakukan di rumah dengan daya minimal 2.200 volt ampere

Wuling Air ev walau mungil  memiliki ruang yang cukup lapang bagi pengemudi dan penumpang. Wuling Air ev hadir dalam dua tipe meliputi Standard Range dengan jarak tempuh hingga 200 km dalam sekali isi daya, dan Longe Range sebagai tipe tertinggi dengan jarak tempuh hingga 300 km. Kalau buat mudik sudah bisa, apalagi dengan sarana jalan tol, yang sudah oke. Oh ya Wuling Air ev ini memiliki tiga pilihan mode berkendara yaitu Normal, Eco dan Sport.   Eh bisa pilih warna loh, peach pink, galaxy blue, avocado green, prostine white dan lemon yellow 

Berbahan bakar listriklah yang membuat Wuling Air ev makin istimewa. Pengalihan bahan bakar dari bahan bakar fosil (bensin) ke listrik menjadi sebuah keharusan, mengingat bahan bakar fosil/bensin mempunyai batas. Pada waktu tertentu bahan bakarnya akan habis. 

Kemajuan teknologi sejalan bahkan saling berlarian dengan kemajuan zaman. Setiap zaman atau masa selalu lahir ilmu dan teknologi yang baru. Salah satunya teknologi mobil listrik. Mobil listrik, digadang-gadang sebagai transportasi modern  masa depan yang ramah lingkungan.

Dunia masih bergerak bakan berlari dengan cepat. Sedangkan bahan bakar dari fosil akan habis. Maka pilihan bahan bakar listrik tidak bisa di tawar. Selain listrik bisa diproduksi terus alias akan berkelanjutan alias tidak akan habis, listrik juga memberi efek ramah lingkungan. Kendaraan bertenaga penggerak listrik tidak mengeluarkan asap knalpot, artinya tidak akan menciptakan polusi udara. Tidak akan menghasikan polusi suara karena mobil listrik, bersuara lembut, cenderung pelan. Kebayangkan stressnya pengemudi, saat macet ditimpali suara klakson dan derum mobil,

Seringkali saya terbaru-batuk, ketika mobil berbahan bakar fosil (Bensin) lewat dengan asap knalpot yang hitam. Saya nggak tahu, itu disebabkan kondisi mesin yang sudah rusak atau karena bensinnya. Bensin sendiri menghasilkan emisi Karbondioksida (CO2)  dan karbon (Co) yang tidak aman bagi lingkungan. Apalagi kalau kondisi mesin mobilnya juga nggak ok, hingga menghasilka asap dari knalpot yang hitam.

Tubuh saya biasanya bereaksi terhadap polusi udara. Pertama batuk-batuk dan diikuti mata perih. Nah ini, tentu menjengkelkan. Untungnya gara-gara pandemi Covid-19, masker bukan hanya melindungi dari virus Covid tapi juga melindungi dari pencemaran udara akibat bensin. Minimal paru-paru saya ada filternya dari masker.

Bensin memang tidak baik untuk digunakan sebagai bahan bakar transportasi.  Jauh-jauh hari, sudah diprediksi  emisi bensin dapat mengakibatkan polusi udara dan pemanasan global.  Saat ini, kerusakan lapisan ozon kian parah. Jika manusia tidak segera bertindak cepat dengan beralih bahan bakar, sesuatu yang mengerikan bakal terjadi.

Sekarangpun sudah terjadi. Misalnya hujan asam. Masa kecil, saya puas mandi hujan, sekarang tidak bisa karena hujan asam akan menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit. Bahkan polusi udara akibat emisi yang dihasilkan bensin kerap menimbulkan gangguan  ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) 

Banyak kota-kota modern di dunia yang tingkat polusi udaranya sangat mengkhawatirkan, salah satunya Jakarta. Mudah melihat udara/cuaca di Jakarta. perhatkan udara hari Senin-Sabtu dan Minggu.  Sudah cukup lama ada kebijaksanaan penerapa Car Free Day, di sepanjang jalan Thamrin dan jalan Sudirman. Selain anda bisa menimati oksigen segar dan bisa melihat awan di lagit  terlhat lebih biru. Car free day adalah salah satu upaya mengatasi polusi udara.

Artinya pemangku kebijakan tahu dan sadar tingkat polusi udara sudah sanpai tahap mengkhawatirkann. Khawatir saja tidak cukup, masa depan perlu dijaga dari sekarang karena harus disiapkan untuk anak cucu kita.

Balik lagi bicara mobil listrik, Pada program G20 dimasa presidensi Presiden Jokowi. perubahan iklim menjadi salah satu agenda penting yang di bicarakan para anggota. Perubahan iklim saat ini karena pengaruh polusi udara, kerusakan hutan, efek rumah kaca dan banyak lagi. Indonesia memiliki Pulau Kalimantan, salah satu yang berkontribusi bagi paru-paru dunia.

Dalam program G20, Presiden Jokowi menunjukan komitmennya dengan mengerahkan mobil listrik menjadi sarana transportasi para tamu selama berlangsungnya G20 di Bali. Bahkan di Mandalika dan di beberapa destinasi wisata, mobil listrik sudah digunakan.

Namun demikian tetap tidak terlalu besar jika tidak didukung oleh masyarakat. Artinya sebagai masyarkat, kita bisa ikut berperan mengurangi polusi udara, dengan menggunakan mobil listrik sebagai mobil keluarga. Indonesia berpotensi menjadi pemain di industri mobil listrik karna sudah masanya memanfaatkan teknologi dengan optimal, Indonesia  mempunya Sumber alam yang menghasilkan Nikel, Bahan baku utama untuk baterei Lithium, bahan bakar mobil listrik. 

Jadi tidak ada alasan, kita tidak menggunakan kendaraan listrik dari sekarang. Mari manfaatkan teknologi untuk mempermudah kerja manusia tapi juga mari kita menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Wuling  Air ev menjadi pilihan bijak bagi anda yang ingin nyaman berkendaraan dengan tetap  mendukung lingkungan yang aman.Banyaknya jumlah mobil berbahan bakar bensin yang ada di jalanan, semakin menambah urgensi untuk memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Beberapa waktu lalu, lewat di time line, kawan FB saya sudah membeli mobil Wuling Air ev, dari komen terbaca banyak yang ikut gembira, beliau sudah beli mobil Wuling Air ev. bahkan moblnya diberi dipanggil Mbem oleh putrinya. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat buku dan perjalanan