Berulang Kali Patah Hati tapi Tak Menyerah, Salam Hangat untuk Kita yang Tetap Kuat

Patah tapi tak menyerah

Selain hujan, apapun tentangmu masih menjadi topik utama dalam ingatanku. Maaf, bibirku selalu berbohong mengucap telah lupa padahal rasaku masih melupa-luap. Entahlah, aku kira ditinggalkanmu adalah hal yang biasa namun ternyata kepergianmu menyisakan lara yang cukup lama menganga.

Advertisement

Ingin rasanya sekadar menyapa atau menanyakan kabarmu namun aku tahu semua itu hanya sebatas anganku. Aku sadar, hidupmu jauh lebih bahagia tanpa hadirku. Beberapa bulan tanpamu telah aku lewati dengan usaha bangkit yang rumit. Ya, kehilanganmu memang sempat merenggut separuhku, sehancur itu aku pernah.

Terlepas dari siapa yang salah, aku tahu kita sama-sama terluka saat berpisah. Sekarang aku percaya bahwa setiap yang dipertemukan akan dipisahkan. Aku tak ingin melupa, karena bagaimanpun kamu adalah seseorang yang pernah membuatku bahagia. Terlebih aku tidak ingin membenci, karena sampai saat ini kamu masih saja aku cintai.

Dulu, selain lentiknya tinta ada kamu yang menemaniku mengukir aksara. Dulu, selain manisnya gula ada senyummu yang membuat kopiku penuh rasa. Kau adalah jelmaan diksi yang ku hias dengan majas agar menjadi keindahan yang tak terbatas. Dulu, kau adalah inspirasi terbaik dari beragam puisi yang aku ciptakan.

Advertisement

Sengaja aku menulis namamu dalam setiap halaman terakhir bukuku, karena kamu adalah pelabuhan terakhir dari apa yang aku tuju. Namun, semesta belum berbaik hati untuk mengabulkan setiap doa. Setidaknya kau pernah menjadi segalanya dalam setiap semogaku. Tak mengapa, berbahagialah. Jangan tanya bagaimana kabarku sekarang, aku takut kau iba saat membacanya.

Kini aku sudah lepas, meski ikhlas itu sulit tapi aku sadar jika tidak mencobanya maka aku akan semakin terjangkit. Sudah tak mengapa, karena setiap tuan dan puan akan dipertemukan lalu dipisahkan. Memang, di definiskan dengan bahasa apapun kehilangan tetaplah menyakitkan. Namun, jangan menyalahkan keadaan karena semuanya telah tuhan gariskan. Mungkin saja dia adalah orang yang tepat di waktu yang salah.Terima kenyataan dan sambut kebahagiaan yang akan datang.

Advertisement

Aku mengahabiskan waktu yang cukup lama untuk jeda, bukan trauma atau tak ingin lagi mengenal cinta namun ternyata mencintai diri sendiri adalah hal yang utama. Untuk kalian yang patah, tanganku mungkin tak bisa merangkul lukamu. Namun semoga tulisanku bisa membangkitkan semangatmu. Pesanku, belajarlah dahulu tentang cinta sebelum mencintai, karena jatuh cinta adalah ujian hidup yang tak mengenal remidi.

Salam hangat untuk kita yang kuat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Menulis dengan hati, semoga mewakili, meskipun tidak semua pengalaman pribadi.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE