Pendidikan adalah sesuatu hal yang dapat diperoleh oleh setiap warga Negara. Artinya setiap orang Indonesia layak mendapatkannya dan terus berkembang di sana. Pendidikan tidak akan ada habisnya. Pendidikan secara umum berarti suatu proses kehidupan dalam perkembangan setiap individu untuk dapat menjalani dan mempertahankan kehidupan. Menjadi orang yang berpendidikan sangatlah penting.
Pendidikan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu pendidikan informal (lingkungan keluarga) pendidikan dasar mengenai kehidupan dan pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari, pendidikan formal (lingkungan sekolah) pendidikan yang wajib didapat 12 tahun atau wajib belajar 12 tahun, dan pendidikan nonformal (lingkungan masyarakat) pendidikan yang didapat dari lingkungan sekitar, memberikan gambaran bagaimana kita hidup bermasyarakat.
Hanya orang-orang yang bermodal atau mampu saja yang dapat menikmati pendidikan dengan baik. Tentu hal ini tidak wajar dan dapat dikatakan tidak adil, semua warga Negara pastinya ingin merasakan pendidikan yang baik itu seperti apa. Pendidikan di Indonesia tidak dinikmati oleh semua orang. Hanya kalangan tertentu yang bisa merasakan dunia pendidikan yang sebenarnya. Saat ini, masyarakat yang kurang mampu tidak mudah untuk mendapatkan pendidikan yang baik, sebab terlalu mengutamakan orang yang bermodal.
Masalah ekonomi keluarga menjadi salah satu penyebab banyak anak putus sekolah. Mahalnya biaya pendidikan membuat orang tua enggan menyekolahkan anaknya. Sedangkan pendidikan terkesan hanya untuk orang yang berada. Akibatnya kualitas sumber daya manusia Negara akan terus menurun. Bagi mereka yang putus sekolah terpaksa harus ikut banting tulang untuk membantu ekonomi keluarganya. Banyak dari mereka merupakan anak di bawah umur yang masih membutuhkan pendidikan formal.
Ada 2 poin penting mengapa pendidikan di Indonesia sudah mulai hilang dari cita-cita para pendiri bangsa, pertama, keaadan pendidikan Indonesia yang susah diakses atau didapat oleh masyarakat kecil atau kurang mampu dan yang kedua, sistem pendidikan yang kurang baik dan terus dipelihara.
Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman mengatakan bahwa berbagai masalah pendidikan yang terjadi saat ini merupakan bukan lagi masalah baru. Permasalahan ini membuktikan bahwa pemerintah tidak serius dalam mengatasi permasalahannya. Sistem pendidikan di Indonesia masih menggunakan sistem pasar artinya siapa yang memiliki modal yang cukup maka akan mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang lebih baik dan sebaliknya orang yang tidak memiliki modal yang cukup maka tidak bisa mendapatkan atau merasakan pendidikan dan fasilitas yang baik.
Oleh karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kembali berbagai program kerjanya agar permasalahan ini dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Peraturan yang membebani masyarakat kurang mampu dengan biaya yang harus diperbaiki, melalui sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak ada lagi diskriminasi terhadap siswa miskin di sekolah. Semua orang, kaya dan miskin, adalah milik bangsa ini. Dengan cara ini, pendidikan yang diimpikan dapat diwujudkan. Marilah kita menegakkan keadilan bagi masyarakat kalangan atas, tengah, maupun bawah.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”