Membiasakan lisan untuk selalu mengingat Allah lewat dzikir adalah amalan ringan dengan kedudukan luar biasa. Di antara banyak bacaan dzikir, kalimat tahlil Laa ilaaha illallah punya posisi istimewa sebagai fondasi tauhid seorang Muslim.
Sayangnya, saat ingin merutinkan amalan ini, kita sering lupa atau ragu dengan urutan bacaannya. Padahal, melafalkannya secara runtut bikin ibadah terasa lebih tenang dan khusyuk.
Supaya lebih mudah diamalkan kapan saja, baik untuk wirid pribadi maupun tahlilan bersama, berikut urutan dan bacaan tahlil lengkap latin dan artinya.
Keutamaan membaca kalimat tahlil

Sebelum masuk ke bacaannya, kenali dulu keutamaan kalimat tahlil. Dikutip dari laman Muhammadiyah, dzikir yang sering kita lantunkan ini punya banyak keistimewaan, di antaranya:
1. Kunci menuju surga
ADVERTISEMENTS
2. Paling beruntung mendapat syafaat
3. Diharamkan tersentuh api neraka
4. Cara memperbarui iman
5. Pahala besar dan perisai dari setan
6. Bebas memilih pintu surga
7. Sebaik-baik kebaikan
Urutan bacaan tahlil lengkap
Susunan tahlil yang umum diamalkan di Indonesia biasanya seperti berikut. Urutannya bisa sedikit berbeda di tiap daerah atau majelis, jadi ikuti saja kebiasaan di tempatmu.
- 1Hadiah Al-Fatihah (tawasul)
- 2Surah Al-Ikhlas3x
- 3Surah Al-Falaq1x
- 4Surah An-Nas1x
- 5Surah Al-Fatihah1x
- 6Al-Baqarah ayat 1–5, 163, 255 (Ayat Kursi), dan 284–286
- 7Istighfar3x
- 8Tahlil bertingkat
- 9Tahlil100x
- 10Shalawat Nabi2x
- 11Tasbih7x dan 33x
- 12Shalawat penutup
- 13Doa tahlil dan Al-Fatihah
Bacaan tahlil lengkap latin dan artinya

Setelah memahami keutamaannya, yuk biasakan membaca tahlil, baik untuk diamalkan sendiri maupun saat mendoakan keluarga yang telah mendahului.
Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Setelah hadiah Al-Fatihah, bacaan dilanjutkan dengan tiga surah pendek ini. Di sela tiap surah, biasanya dibaca Lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.
Istighfar
Tahlil bertingkat
Tahlil
Shalawat nabi
Tasbih
Shalawat penutup
Doa tahlil
Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.”
Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbaḫnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa raḫmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ ḫadlrati ḫabîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shaliḫina wash-shaḫâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.“Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya);
kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut,
terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.”
Allâhummaghfirlahum warḫamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muḫammadur-rasûlullahi“Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).”Rabbanâ arinâl-ḫaqqa ḫaqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subḫâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtiḫah..“Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap terlimpah kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam.”Merawat kedekatan dengan Sang Pencipta
Melafalkan kalimat tahlil dan rangkaian dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan ikhtiar batin untuk menjaga keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan membiasakannya, baik untuk wirid pribadi maupun saat mendoakan orang-orang terkasih, hati pun jadi lebih tenang.
Semoga panduan bacaan tahlil lengkap latin dan artinya ini membantumu beribadah dengan lebih khusyuk dan mudah diamalkan kapan saja.
ADVERTISEMENTS