Aku sadar bahwa yang kekal itu adalah perubahan, selalu saja ada perubahan yang berkembang dalam perjalanan hidup kita, karenanya memang tak ada yang kekal dan ajeg dari hidup kita, meski kita berusaha mati-matian mengukuhinya.

Seperti juga selama ini yang kulakukan padamu, selalu berusaha mengukuhi keberadaanmu dalam kehidupanku, dengan keserakahanku berjuang melawan semua rasa yang menyakitkan hanya untuk bisa membuatmu tetap ada dalam kehidupanku, karena yang aku tahu aku merasa sangat membutuhkan itu, meski apapun yang kau tafsirkan, aku masih dengan satu keputusan, ingin tetap bersamamu.

Advertisement

Namun seiring waktu berjalan suasana kian berubah, dan sikapmu semakin berubah pula. Mungkin banyaknya peristiwa yang terjadi telah membuatmu menjadi sosok yang berbeda. Kau bukan lagi orang yang selama ini kukenal. Dan aku tahu kau punya penjelasan dan alasan yang bisa kau buat masuk akal. Apapun sebenarnya yang mendasari tindakanmu itu, hanya kau dan Tuhan yang tahu.

Dalam diam aku mencoba memahami keberadaan diriku yang tak lagi seperti dulu, tak ada kerinduan lagi yang memanggilku atau mengharapkanku hadir sebagai warna dari hari-harimu. Mungkin bahuku tak lagi nyaman untuk kau bersandar, atau tak lagi mampu meredam tetes air matamu yang kamu alirkan ketika kesedihan melandamu. Warna musik hidup kita tak lagi seirama, lagu rindu yang ku kumandangkan tak lagi nerdu dan menggugah hatimu. Tak lagi mampu menenangkan hatimu ketika keresahan datang padamu. Aku semakin tak bermakna dihadapanmu, selain sebagai pemicu kekecewaan dan amarahmu.

Senyum yang kulepas sepertinya menyakitkan bagimu, begitu pun tatapan mataku sudah tak lagi menarik bagimu. Tetap saja ada rasa tak rela dalam hatiku menerima kenyataan ini, namun aku tak bisa berpikir selamanya hanya untuk kesenangan diriku lalu mengorbankan dirimu terus menerus. Aku sudah berpikir untuk menerima sebagian sakit ini sebagai resiko yang harus juga ku pikul agar kau tak selalu menderita dan menjadi korban untuk diriku.

Advertisement

Jika semua ini sudah tak bermakna lagi bagimu, sedang kau lakukan ini hanya untukku saja, dan tak ada lagi toleransi dalam hatimu yang mampu menenangkan kekecewaan karena aku yang selalu memenuhi hari-harimu, maka aku bilang padamu, pergilah… jika itu yang kau mau, temukan kebahagiaanmu, keyakinanmu, kepercayaanmu juga kebanggaanmu.

Kejarlah mimpimu itu, dan jangan menoleh lagi padaku. Aku akan kenang kau sebagai cerita indah yang takkan pernah aku lupakan. Aku tak masalah jika kau pergi dengan membawa kesan apapun tentangku, termasuk jika akhirnya aku hanyalah cerita kelam dalam hidupmu. Aku serahkan semua padamu. Aku berusaha semampuku, dan jika memang akhirnya seperti ini, akupun menerima, maafkan semua salahku jika kau berkenan, jika tidak kau benci pun aku tetap terima jika itu yang terbaik untukmu.

Selamat jalan…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya