Waktu bertemu yang tak sesering dulu, meluangkan waktu berkumpul dan bermain yang tak semudah dulu. Menyadarkan bahwa bayang-bayang perpisahan itu semakin nyata.

Jujur, aku tak pernah benar-benar mengingat bagaimana dulu kita bisa bertemu, kemudian dekat dan menjalin hubungan yang bernama pertemanan. Dan seingatku, kita dipertemukan di masa sekolah yang sampai saat ini masih tak bisa ku lupakan. Yang aku ingat jelas dan yang selama ini aku tahu hanyalah aku sangat beruntung mengenal kalian dan menjadi salah satu dari banyak teman yang kalian miliki.

Advertisement

Dalam pertemanan memang tak selamanya semua dapat sejalan dan sepemikiran. Tak jarang, perbedaan selalu kita temui dalam banyak hal. Tetapi, bukankah memang sudah seharusnya pertemanan itu berjalan seperti itu ? Bukankah memang seharusnya pemikiran manusia itu seperti itu, tak pernah mampu untuk benar-benar sama. Tetapi, semua perbedaan itu justru membuatku menjadi belajar tentang banyak hal.


Satu diantara kalian, mengajarkan aku tentang kemandirian, keterbukaan pikiran, ketegasan menentukan pilihan dan kepedulian yang tulus. Satu yang lain mengajarkan aku tentang ketangguhan, keberanian agar aku tidak jadi wanita manja yang selalu bergantung pada orang lain. Dan beberapa yang lain mengajarkan aku tentang kesabaran, ketaatan pada sang pencipta dan megajarkan bagimana seharusnya kita bersikap tentang hal yang memang kadang perlu umtuk dihiraukan.


Dan bahkan satu yang lain lagi mengajarkan tentang semua itu, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, kepedulian, dan yang paling penting harus selalu bisa menyayangi diri sendiri, tidak boleh mendzolimi diri sendiri. Setidaknya itu salah satu yang paling aku ingat.

Advertisement

Dan teruntuk kamu, terimakasih yang begitu besar karena selau mampu mendorongku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih karena sudah memahami semua sikap dan ketidaksempurnaanku. Semoga dimanapun kamu berada, dan menjadi apapun kamu setelah ini, kota ini kota Blora ini akan selalu menjadi tujuanmu untuk pulang. Dan semoga takdir mampu mempertemukan kita kembali.

Untuk kalian semua, memang sesungguhmya aku tak pernah siap untuk menghadapai satu kata yang bernama perpisahan. Tetapi walau bagaimana pun juga aku pasti akan menghadapinya dan akan melewatinya. Lagipula pasti kita nanti akan bertemu lagi dengan orang yang baru. Memang seperti itulah kehidupan, ada yang pergi dan ada yang datang. Tetapi walau begitu aku berharap semoga kita masih selalu mampu mengingat dan mengenang bahwa kita pernah melewati waktu bersama yang menyenangkan.

Kita tak pernah tahu seperti apa kita setelah ini, akan masih bisa sering bertemu atau bahkan tidak sama sekali. Namun yakinlah aku akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian dimanapun kalian berada. Jika mungkin kalian sudah tak ingat lagi denganku, namun percayalah aku akan tetap selalu mengingat kalian. Dan menyimpan semua kenangan indah kita di tempat khusus di hati ini. Tetapi, satu yang harus aku ucapkan, yang memang tak pernah mampu aku ucapkan secara langsung selama ini, “ terimakasih”. Terima kasih karena mau menjadi temanku, terimakasih sudah melawati banyak hal bersamaku, terimakasih untuk semua tawa dan semua hal yang menyenangkan selama ini, terimakasih telah membuatku jauh lebih baik dan membuatku berani bermimpi.

Aku tahu seperti apa kalian, dan mungkin ini terkesan berlebihan dan sangat lebay. Namun inilah yang aku rasakan. Semoga saja kalian meluangkan sedikit waktu untuk membaca tulisanku ini. Dan hal yang tak pernah bisa aku ingkari bahwa kalian adalah salah satu anugerah yang indah yang pernah dikirimkan Allah untukku, dan sesungguhnya kalian begitu berarti untukku. Mungkin memang tidak adil, karena kalian telah membawaku kedalam banyak kebaikan tetapi aku tak pernah banyak memberikan kebaikan untuk kalian. Hanya doaku untuk kalian, semoga jalan yang yang terbaik yang kalian pilih selalu dimudahkan.


Jika nanti kita tak mampu lagi untuk sekedar bertemu dan berkumpul, aku tak ingin menyalahkan siapapun karena mungkin kesibukanlah yang menghalangi kita untuk itu, karena memang di depan sana pasti banyak yang lebih penting untuk kita jalani dan kita hadapi. Mungkin hanya rindu yang akan selalu datang, tetapi bukankah rindu justru yang akan mempererat hubungan kita ?


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya