Pesona Kota Oxford yang Tak Terlupakan

Musim panas kala itu tiba. Tersenyum hangat sang mentari, menjabat suasana hati dengan lembut. Desiran angin yang dingin dan aroma pohon oak menyapaku di sepanjang jalan South Park menuju Cox's Corner. Di sana aku duduk memandang lalu lalang pemukim lokal maupun turis yang menyusuri gedung dan bangunan historis peninggalan budaya Saxon. Beberapa Coach menuju London berlalu lalang mengangkut turis yang hendak berwisata kota. Ke arah barat, ku memandang Oxford University Science Faculty yang berdiri megah dan berfasilitas lengkap, namun tetap berciri khas bangunan Inggris kuno.

Sekitar 200 meter ku berjalan, kudapati area perbelanjaan yang menjajakan pelbagai souvenir khas Britania maupun kedai kopi ataupun makanan yang menyajikan banyak pilihan. Lincah lunglai penari lantai dan musisi jalanan membuatku berdecak kagum akan talenta dan potensi anak-anak muda yang mulai mandiri mencari nafkah, baik untuk sekolah mereka maupu kehidupan sehari-harinya. Ke sudut timur kudapati Opera House yang tampak familiar. Sepertinya aku pernah melihatnya di sebuah film berseri epik, bercerita tentang seorang penyihir muda yang berani menumpas kejahatan.

Advertisement

Di sekeliling, lebih banyak orang berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum yang memberi kesan akan rapi dan tertibnya pengguna jalan. Tak lupa ku kunjungi University Museum yang menyimpan banyak peninggalan abadiah, mulai dari legenda Merlin dan King Arthur sampai ke Kerajaan Inggris modern. Dari jendela di lantai dua, terlihat Keble University yang bernuansakan kastil tua nan asri berusia lebih dari 150 tahun, yang menawarkan pendidikan tingkat lanjutan dengan jurusan Sains, Politik dan Teknologi.


Disini teknologi bukanlah yang utama dan harus mengkikis budaya yang sudah mendarah daging di lapisan masyarakat, melainkan akulturasinya membuat negara Inggris kaya akan peradaban yang menyongsong kultur dan budaya.


Menawarkan sejuta impian bagi seluruh lapisan penduduk kota. Oxford adalah sebuah kota di wilayah Timur Laut Inggris dan kota Oxfordshire. Populasi penduduknya cukup padat dan beragam. Dengan populasi di tahun 2018 yang diperkirakan 170.350 jiwa, menjadikannya kota terbesar ke 52 di Inggris, dan salah satu yang paling cepat berkembang dan paling beragam secara etnis. Kota ini terletak 57 mil dari London, 69 mil dari Bristol, 65 mil dari Southampton dan Birmingham. Kota ini dikenal di seluruh dunia sebagai kawasan Universitas Oxford, universitas tertua di dunia yang tentu saja berbahasa Inggris.

Advertisement

Dan tahukah kamu bahwa bangunan di Oxford menunjukkan contoh penting dari setiap periode arsitektur Inggris sejak periode Saxon akhir. Konon katanya Oxford dikenal sebagai kota menara mimpi, sebuah istilah yang diciptakan oleh penyair Matthew Arnold. Oxford memiliki basis ekonomi yang luas. Industrinya meliputi manufaktur motor, pendidikan, penerbitan dan sejumlah besar teknologi informasi dan bisnis berbasis sains.

Malam hari pun gemerlap dengan pertunjukkan orkestra, opera ataupun pementasan teater yang digarap dengan sangat serius dan berkualitas, meraup hasrat penikmat seni bertajukkan kehidupan eropa abad pertengahan yang termasyhur. Melangkahlah ke segala penjuru kota. Saksikan megah dan anggunnya kota Oxford, tatkala harumnya aroma pohon oak menggugah inspirasimu tuk selalu kembali ke sini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya