Kamu pernah gak dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan yang semuanya baik. Dan seakan kita ingin memiliki semunya. Tapi sayang, hidup itu kadang kita haru MEMILIH. Bukan pemberian, atau boleh minta-minta.

Kalo ditanya, kamu mau PILIH mana antara KAYA, SUKSES atau CINTA ?

Agak sulit ya untuk menjawabnya. KAYA, siapa orang yang tak ingin. SUKSES, siapa pula yang tidak berusaha mencarinya. CINTA, semua kita ingin menggenggamnya. Kalau boleh, kita ingin mendapat ketiganya, semuanya dari kaya, sukses dan cinta. Sekali lagi sayang, suatu kali kita memang harus memilihnya. Memilih antara kaya, sukses atau cinta.

Loh bukannya kita bisa memiliki keriganya, kaya sukses dan cinta. Gak harus sih, tadi kan kita sepakat suatu saat kita harus memilihnya. Jadi harus pilih antara KAYA, SUKSES atau CINTA.

Mengapa harus memilih?

Advertisement

Suatu siang seorang Ibu di kota metropolitan, sepulang dari pasar, mendapat ada 3 orang pria terduduk di halaman rumahnya. Ketiganya terlihat letih dan lapar. Rasa iba membuat sang Ibu mengajak ketika pria itu untuk masuk. Istirahat dan menikmati makanan yang ada di rumah sang Ibu.

Tapi ketiga pria itu tahu diri dan bertanya.

Apakah suami Ibu sudah pulang?

Belum, jawab Ibu itu

Ohh, maaf. Kalau begitu kami tidak bisa masuk.

Tak lama sore menjelang. Suami sang Ibu pulang. Lalu, ia menceritakan tentang ketiga pria yang ada di depan rumahnya. Suami sang Ibu pun menyuruh ketiga pria tersebut untuk masuk ke rumah.

Sang Ibu menghampiri ketiga pria tadi. Menyuruh mereka masuk. Tapi, salah seorang pria tadi berkata:

Maaf Bu, siapakah yang Ibu suruh masuk? Kami bertiga. Yang ini bernama KEKAYAAN. Yang itu bernama KESUKSESAN. Dan saya bernama CINTA. Ibu harus memilih salah satu dari kami untuk masuk ke dalam rumah Ibu. Kami tidak bisa masuk secara bersamaan. ujar salah satu pria tadi.

Sang Ibu pun masuk ke dalam rumah. Menceritakan apa yang dikatakan pria tadi. Seisi rumah pun berpikir, siapa yang hendak mereka suruh masuk?

Sang Suami menyuruh KEKAYAAN yang masuk ke rumahnya. Agar rumahnya penuh dengan kekayaan, tak kurang suatu apapun. Tapi sang Ibu menginginkan KESUKSESAN yang masuk ke rumahnya. Agar seisi keluarganya bisa meraih kesuksesan. Karena sukses lebih baik daripada kekayaan. Lalu, anak-anak mereka lain lagi. Anak-anak lebih memilih CINTA yang masuk ke rumahnya. Agar rumahnya dipenuhi dengan rasa CINTA.

Akhirnya sang Suami, Ibu, dan anak-anak pun berdiskusi. Bersepakat, siapa yang mereka suruh masuk ke dalam rumah? Maka, dipilihlah CINTA untuk masuk ke dalam rumah mereka.

Sang Ibu pun memberi tahu ketiga pria yang berada di depan rumah. Anda yang bernama CINTA silakan masuk, kata sang Ibu.

Si CINTA pun berjalan masuk ke rumah. Lalu kedua pria yang lain mengikuti di belakangnya.
Sang Ibu heran, bukankah tadi mereka yang meminta untuk memilih satu di antara tiga.

Sang Ibu berkata: Kami hanya mengundang CINTA yang masuk, kenapa kalian ikut juga?

Kedua pria yang ikut masuk menjawab. Kalau Ibu memilih kami, KEKAYAAN atau KESUKSESAN, kami hanya bisa berjalan sendiri-sendiri. Tapi karena Ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikuti kemana pun CINTA berjalan.

Karena kami, KEKAYAAN atau KESUKSESAN adalah buta. Hanya CINTA yang bisa melihat dan menuntun kami.

Sang Ibu pun termenung. Tertegun. Dalam hati sang Ibu, Hanya CINTA yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kita butuh CINTA untuk menjalani hidup ini.

Sang Ibu masih terus berpikir. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan di dunia. Akankah CINTA tertinggalkan di antara anak manusia. Sambil menengadahkan tangan, sang Ibu berdoa:

Aku harus bersyukur karena masih punya CINTA yang selalu mendekatkan aku pada orang-orang yang mencintai aku. Bukan orang-orang yang dibutakan oleh KEKAYAAN atau KESUKSESAN.

Sang Ibu pun masuk ke dalam rumahnya dengan penuh CINTA. Pilihan yang tepat pada CINTA, maka KEKAYAAN dan KESUKSESAN pun mengikutinya. Kaya dan Sukses tanpa CINTA …. hambar. Masih banyak orang yang salah memilih antara kaya, sukses atau cinta. Semoga kamu punya CINTA dan tidak salah pilih.