Pasti setiap orang memiliki rasa suka dan kagumnya kepada lawan jenis. Ya, itu memang manusiawi. Entah suka karena dia rajin ibadah, pintar dsb. Bahkan aku sendiri mengalami hal itu. Untuk pertama kalinya aku kagum akan selera humornya yang tinggi. Dia sering membuat jokes buat kawan-kawannya. Dia terlihat selalu sumringah menjalani hidup. Tapi aku hanya bisa memantaunya dari kejauhan. Aku tak berani untuk menyapa atau bergabung dengannya. Rasa minder yang membuatku seperti itu.

Tahun demi tahun terus berjalan, sampai tak terasa sudah memasuki tahun ke 7. Aku hanya bisa memperhatikan dia dari media sosial yang ada saat itu. Dulu teknologi belum secanggih sekarang, jadi semua informasi yang aku dapatkan terbatas. Walaupun susah, aku bahagia ketika hanya melihat kabar dia baik-baik saja. Mungkin anggapan kalian ini terlalu berlebihan. Tapi itu rasa sebenarnya yang ada. Dan tak berselang dari itu aku memberanikan diri untuk menyampaikan rasa yang terkubur dalam dihati ini. Ku tunggu kabar dari dia, berharap mendapat kabar bahagia. Sayang itu semua hanya mimpi yang tak mungkin jadi kenyataan. Dia tidak memberi respon atau balasan sama sekali. Sakit pasti, tapi aku berusaha menyikapinya dengan biasa.

Advertisement

Rasa suka itu tak bisa hilang begitu saja. Sampai pada akhirnya di tahun ke 10, aku mendengar bahwa dia sudah memiliki keluarga kecil. Semakin runtuh harapan yang selalu aku semogakan di setiap doa. Dia telah bahagia dengan orang lain. Aku mencoba ikhlas dengan kenyataan yang harus aku terima. Walaupun memang sebenarnya aku juga salah. Terlalu lama memendam harapan kepada orang lain.


Di setiap waktu aku selalu berpikir, apakah sesulit ini memiliki rasa yang tak bisa langsung diungkapkan. Harus mengubur dalam-dalam di hati. Menutupi setiap rasa menggebu dari orang luar. Banyak sandiwara yang perlu dimainkan, agar mereka tak mengetahui rasa yang sebenarnya.


Tapi aku tetap bersyukur, Tuhan telah memberiku pelajaran tentang rasa yang sebenarnya. Walau 10 tahun bukan waktu yang sebentar, setidaknya disetiap hari yang berjalan tidak pernah kosong dan hampa. Selalu ada memori yang terukir di setiap detiknya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya