Aku menemukannya!

Sebenarnya tidak, aku hanya tahu bagaimana cara menemukannya. Hanya saja aku tidak begitu yakin aku hanya mengingat parasmu dengan penerangan lampu yang rendah. Saat itu begitu gelap dan larut hanya dia yang bisa melihatku dengan jelas karena cahaya yang menerangiku.

Advertisement

Entah waktu itu sebuah kebetulan atau apa, hari itu aku memang tidak begitu yakin untuk pulang dan akhirnya naik bus kota. Namun aku senang ternyata tuhan mempertemukan kita saat itu dan maafkan aku yang terlalu ringan menjawab pertanyaanmu, jujur aku tak menyangka kamu melakukan hal itu, kamu baik.

Aku tak berharap dapat segera bertemu dengannya, tapi apakah dia sama sepertiku memikirkannya hampir di setiap lamunanku. Sedang apa dia sekarang? Mungkin nggak dia nyari aku sama kayak aku nyari dia? Ini hari Sabtu, mungkin nggak dia naik bus lagi? Entahlah.

Kamu terlalu baik saat itu sekejap kamu mengalihkan fokusku. Aku hanya merindukannya, berharap saat seperti kemarin dapat diulang dan aku bisa memperbaikinya, jika saja bisa, mungkin aku tak akan memikirkan gengsiku terlalu dalam. Aku tau gengsiku terlalu tinggi aku tak terbiasa memulai komunikasi dengan orang yang tak aku kenal sama sekali. Aku menyesalinya.

Advertisement

Kami berada di bawah langit yang sama di suatu kota yang sama tapi seperti berada pada planet yang berbeda. Begitu terasa jauh dan semakin jauh ketika waktu semakin berlalu, semakin pudar bayang wajahnya di ingatanku. Semakin kuat aku memaksa ingatanku untuk melukiskan wajahnya semakin rasanya aku ingin segera menghubunginya.

Aku tak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana. Aku akui aku memikirkannya hampir di setiap hari di setiap sela pekerjaan yang menyibukkanku. Aku tak punya cukup keberanian untuk memulai komunikasi dengan lelaki, ini sulit. Haruskah aku membiarkan ini, aku seperti punya sesuatu hal yang belum terselesaikan, ini memusingkanku.

Pernah terlintas dalam pikiranku. Dia nggak akan mencariku, hentikan saja di sini. Kemarin cuma kebetulan, nggak ada yang lebih. Aku hanya yakin satu hal, tuhan punya rencananya di balik pertemuan singkat kita. Hidupku terus berjalan aku hanya perlu melanjutkannya dan lakukan yang terbaik dengan tidak menyiakan pertemuan kita di kemudian hari kelak dan aku akan segera mengetahui namamu.

Oh iya, aku jadi suka naik bus karena kamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya