Hai, sahabat pembaca yang setia. Jadi pada kesempatan kali ini saya ingin mengisahkan pada sahabat sekalian, untuk merenungkan dalam sebuah dialog cerita antara si Burung Kecil, Nabi Khaidir, dan sahabatnya yang bernama Zam. Jadi pada suatu hari Khaidir dan Zam mengunjungi sebuah kebun kopi yang sangat indah, udara yang segar, dan pemandangan yang begitu artistik (elok), di saat mereka sedang merasakan kesegaran udara dan indahnya pemandangan, langkah mereka dibuat terhenti oleh seekor Burung Kecil yang bertingkah lucu ironisnya Si Burung tersebut sedang terlantang dalam kondisi kakinya yang mugil terangkat keatas, dan paruhnya agak sedikit terbuka.

Ketika Nabi Khaidir dan sahabatnya melihat keadaan Burung tersebut mereka mulai keheran-heranan. Kemudian Nabi Khaidir menghampiri Burung tersebut dan bertanya.

Advertisement

"Apa yang tengah kau lakukan, Burung Kecil?" tanya Nabi khaidir kepadanya.

"Aku mendengar kabar sejak sepekan yang lalu bahwa langit akan runtuh hari ini, Ya Nabiyullah".

"Dari mana kau dengar kabar itu, hai Burung Kecil?"

Advertisement

"Entahlah." Burung Kecil sambil terlentang dan kakinya terancung ke angkasa menoleh ke arah sang Nabi Khaidir.

Kemudian Zam menanyakan kepada Burung Kecil itu,

"Hai Burung kecil, andai hari ini langit akan runtuh, apa yang akan engkau lakukan?"

Burung Kecil pun menjawab "Apa kau tidak melihat apa yang tengah kuperbuat?"Burung Kecil seperti sedang memarahi Zam kemudian dia melanjutkan jawabannya, "Aku akan menahan langit itu agar tidak menghantam Bumi."

Mendengar kata-kata Burung Kecil membuat Zam jatuh ke lubang kenangan. Kenangan dimana dia menemukan banyak kelucuan. Namun tak satu pun memori yang bisa menandingi betapa lucunya lawakan Burung Kecil ini.

Zam melanjutkan pembicaraannya dengan sedikit tertawa, karena mendengar jawaban Burung Kecil yang tadi, diapun melanjutkannya dengan persoalan yang sedikit tersinggung Burung Kecil.

"Kau hendak menahan langit dengan kaki mugilmu itu?"

"Ya aku akan menahan dengan kekuatan kakiku," jawab Burung Kecil dengan penuh kepercayaan.

"Mana mungkin bisa kamu akan menahan langit yang runtuh," jawab Zam yang membuat Burung Kecil makin tersinggung. Tetapi Burung Kecil tersebut tidak patah semangat mendengar sebuah kata yang dia anggap sebagai cemohan, dia tetap percaya pada diri sendiri, dan disertai sebuah jawaban berkelas.

" Setiap makhluk, harus berusaha sebesar kekuatannya!"

Zam-pun terbungkam atas jawaban Burung Kecil itu, kali ini giliran Nabi Khaidir yang tertawa dengan lepas.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya