Teruntuk ibu,

Siapapun itu yang akan menjadi mertuaku

Advertisement

Ibu… Perkenalkan aku gadis yang akan menjadi anakmu nanti. Gadis yang sedang diperjuangkan anakmu. Maaf bu, anakmu sedang mati-matian mengejar mimpinya untuk memintaku jadi pendampingnya dan aku pun sedang berusaha memperbaiki diri agar lebih pantas ketika bersanding dengan anakmu nanti.

Ibu… Aku di sini ingin meminta maaf. Seorang gadis yang tidak memiliki keahlian apa-apa. Merias diri pun tidak bisa, gaya pakaianku sangat sederhana apalagi untuk update fashion, aku tidak mampu, bu. Tapi setidaknya akan berusaha untuk terlihat cantik di depan anakmu nanti.

Ibu… Aku tidak bisa masak. Masakanku selalu kurang garam atau bisa jadi terlalu asin. Membedakan bumbu saja sering kali lupa. Tidak sepertimu, yang sempat dibanggakan di depan teman-teman anakmu “Ini masakan ibuku!” Tapi setidaknya, masakanku nanti bisa menyambut anakmu di saat perutnya lapar.

Advertisement

Ibu… Aku tidak pandai merapikan rumah. Bahkan aku sering kali lupa, dimana menaruh barangku sendiri. Tapi jangan khawatir bu, aku terus berusaha memberikan tempat ternyaman untuk anakmu sepulang kerja nanti.

Ibu… Aku bukan gadis yang pandai menghibur, semasa hidupku saja masih sering menangis. Tapi percayalah bu, aku akan membuat anakmu merasa terus terhibur saat di sampingku nanti.

Ibu… Aku ini pemalas, sering kali terlambat bangun. Bahkan ketika hari libur saja, matahari dulu yang membangunkanku. Tapi tenang bu, aku akan menjadi alarm terhebat untuk anak dan cucu ibu nanti, karena aku lah satu-satu nya pengingat mereka agar tidak kesiangan beraktivitas.

Ibu… Tolong jangan maki aku, jangan benci aku dan jangan hina aku dari semua ketidakmampuan ini. Jangan pula bicarakan keburukan aku di depan banyak orang. Aku akan berusaha jadi yang terbaik, bu. Aku pun hanya gadis yang dikirim Tuhan untuk mendampingi anakmu dan terus berusaha untuk tidak mengecewakan anakmu, tapi caraku nanti sangat sederhana dan jauh berbeda denganmu.

Ibu… Jangan pernah cemburu denganku ya. Aku tidak merebut perhatiannya. Aku tidak mengambil rasa sayangnya untukmu. Aku hanya meminta anakmu berbagi hatinya untuk istri dan anaknya kelak. Terimakasih ibu, semoga anakmu tetap terus menjaga amanahmu dan taat pada ketentuan-Nya.

Dari gadis yang menanti kehadiran anakmu…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya