Hey kamu, apa kabar sayang? Ah, mungkin aku sudah tak pantas lagi mengucapkannya? Atau mungkin sudah haram bagiku untuk memanggil kamu dengan kata yang pernah menjadi kesukaan kamu itu. Karena kamu sekarang sudah bahagia bersamanya, orang yang lebih bisa membuat kamu bahagia.

Masih ingatkah dirimu tentang awal pertemanan kita? Ya, saat aku sedang iseng melihat wajah manismu dan ternyata kamu juga sedang memperhatikanku. Mungkinini lah yang disebut takdir, dimana ada pandangan mataku bertemu dengan pandangan mata indahmu lalu menjadi sebuah persahabatan.


Awalnya aku malu tapi karena perasaanku yang menggebu, aku membuang perasaan malu itu sejauh-jauhnya.


Dan akhirnya kamu menambahkanku sebagai teman di Facebookmu. Kamu tahu apa yang aku rasakan? Aku bahagia dan senang bangat. Awalnya aku malu untuk menyapamu dengan chatting, dan akhirnya aku memberanikan diri memulai percakapan dan untungnya kamu menanggapinya dengan sangat bersahabat.

Akhirnya kita pun mulai semakin dekat dan anehnya kamu mulai memanggilku dengan panggilan sayang Kamu juga sangat baik dan perhatian ke aku. Itu yang membuatku semakin sayang sama kamu. Lalu kita pun semakin dekat, berbagi suka dan duka bersama menjadi kebiasaan kita.

Advertisement


Lagu yang dulu pernah kita nyanyikan bersama, kini tinggallah sebuah kenangan terindah yang pernah ada dalam hidupku.


Kamu masih ingat nggak? Lagu yang aku nyanyikan untukmu dulu. Indah bangat ya, apalagi kamu ikutan bernyanyi. Tapi sekarang semuanya sudah berbeda, semenjak aku tahu kamu sudah bersamanya. Di situ aku sakit banget, langit serasa runtuh dan kaki pun seakan tak bisa berjalan lagi.

Semenjak itu juga, kamu sudah berubah dan sangat sibuk bersamanya. Sedangkan aku disini, masih berkutat dengan kenyataan, berdamai dengan keadaan dan aku hanya bisa diam dengan rasa sakit ini.


Doa yang dulu ku panjatkan hidup bersamamu, kini berubah menjadi doa supaya kamu bahagia bersamanya


Doa yang dulu selalu ku pinta di setiap sujudku, untuk selalu bisa terus disampingmu dan doa yang berisi sebuah harapan indahku bersamamu. Kini aku harus rela mengganti lafal doaku, supaya kamu bahagia bersamanya. Dan aku juga ingin berterimakasih untukmu, terimakasih sudah pernah hadir dalam hidupku, sudah rela menghabiskan waktu bersamaku. Akhirnya, tiba saatnya untukku, untuk bisa melupakanmu karena kita sudah tak bisa bersama dan bernyanyi seperti kala itu. Kau akan menjadi kenangan yang indah dalam hidupku.