Surat Terbuka untuk Calon Pendamping Hidupku. Hey, Kapan Kamu Akan Datang dan Menyapaku?

untuk calon pendamping hidupku

Untukmu calon pendamping hidupku, apa yang sedang kamu lakukan di sana? Kamu baik-baik saja kan? Aku mohon jaga dirimu baik-baik, Aku di sini sangat merindukanmu dan aku tau kamu juga pasti merindukan kehadiranku di sisimu.

Advertisement

Mungkin kita memang belum saling mengenal, aku bahkan tak tahu. Bagaimana kita akan bertemu nanti, dimana dan kapan waktu itu akan tiba, masih menjadi sebuah misteri, misteri yang membuatku begitu penasaran dan tak sabar untuk memecahkannya.

Bagiku cinta adalah misteri yang sungguh indah, meskipun kadang menyakitkan, tapi cinta tak pernah salah, kitalah yang bersalah karena telah berharap pada orang yang salah. Hanya orang-orang yang tetap bersabarlah yang akan mendapatkan hadiah yang paling indah nantinya. Untuk itu aku akan terus bersabar, karena aku tahu hadiah terindah itu akan segera datang dalam wujud "dirimu".

Sambil menunggumu datang, aku akan mempersiapkan diriku, menjadi manusia yang lebih baik karena aku tak ingin mengecewakanmu. Meskipun aku tahu kamu akan menerimaku bagaimanapun keadaanku, aku juga tak akan menuntutmu untuk menjadi orang lain. Aku ingin kamu tetap menjadi dirimu sendiri sampai waktu mempertemukan kita nanti. Karena aku sadar betul, cinta itu bukan tentang saling menuntut hak, tapi saling menunaikan kewajiban, saling mengerti dan mengisi.

Apakah kamu tahu? Aku sudah mulai menabung untuk masa depanku bersamamu. Tidak banyak memang, tapi aku akan terus berusaha, kerena aku sadar aku bukanlah berasal dari keluarga yang berada. Jadi, aku harus mempersiapkan semuanya sendiri tanpa bantuan orang tuaku.

Aku juga sering bermimpi bertemu denganmu, tak jelas terlihat bagaimana rupamu. Meskipun begitu, itu sudah cukup menjadi obat rinduku padamu. Aku hanya bisa berharap itu menjadi kenyataan suatu hari nanti.

Advertisement

Dirimu selalu ada dalam setiap doaku pada Tuhan, doa yang sama yang selalu kuulang setiap hari saat aku bersujud kepada-Nya. Aku selalu berharap agar waktu itu dipercepat, hari itu dipercepat, aku memang tak bisa berbohong terhadap perasaanku sendiri bahwa aku ingin segera bertemu denganmu.

Mungkin saja Tuhan sudah bosan mendengar rangkaian-rangkaian kata yang berulang-ulang aku panjatkan kepada-Nya. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak tahu harus mengadu kepada siapa lagi, aku tak tahu bagaimana caranya menghilangkan kegalauan ini, aku tak bisa terus menerus menyembunyikannya, aku hanya manusia biasa.

Jika kita bertemu nanti, aku tak ingin sebuah pertemuan yang dramatis. Seperti yang diceritakan oleh para pujangga, yang aku ingin adalah sebuah pertemuan yang sederhana. Yang sudah cukup membuatku merasa istimewa karena akhirnya waktu yang selama ini aku tunggu-tunggu datang, bertemu denganmu jelas akan menjadi sebuah kabahagian bagiku.

Dan aku punya sebuah permintaan padamu, suatu saat nanti ketika waktu sudah mempertemukan kita. Janganlah pernah berubah, ya aku tahu semua orang akan berubah, tapi bisakah kamu tetap menjadi orang yang sama selamanya?. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku hanya ingin berkontribusi lewat tulisan-tulisan sederhana ini

Editor

une femme libre

CLOSE