Ukuran sedih untuk seseorang selalu saja berbeda, hal yang mungkin bagi orang lain sepele tapi mungkin untuk sebagian perempuan sangat berpengaruh. Seperti akan menjadi sedih seharian dan berpengaruh pada hari yang dilalui hanya karena dia yang kau cintai tidak membalas pesanmu padahal kamu tahu dia telah membacanya.

Ketika hari beranjak malam, aku mulai mengemasi rinduku dan menyimpannya dengan rapi dalam hati. Aku bahkan mencoba menyimpannya didalam lemari dan menguncinya rapat-rapat agar tidak berlarian keluar menari-nari dalam otak saat mata harusnya sudah terpejam. Namun kadang rindu ini sepertinya tidak punya belas kasihan, dia akan berontak mengeluarkan diri dan terus menggelitik hati, mengganggu rasa kantuk dan menarik-narik mata untuk terus teruka.

Advertisement

Rasa rindu kita memang berada dalam takaran yang tidak sama, aku merindukanmu dengan segenap hatiku, sedangkan kamu hanya merindukanku dengan perasaan alakadarnya saja, atau bahkan mungkin tidak merasa rindu sama sekali. Andai saja Tuhan menciptakan perasaan rindu ini dengan adil, dimana kala seseorang merindui orang yang dicintainya maka orang itupun akan merasakan hal yang sama. Tentu saja perjalanan cinta akan selalu mulus tanpa ada resah dan gelisah karena rindu yang tak berbalas saat jarak berjauhan. 

Bisakah kau menatapku sekali saja?

Rindu ini terlalu menggunung, jika diberikan pilihan tentu saja aku akan memilih melupakanmu dari pada tidak menjadi prioritasmu. Atau beritahu aku bagaimana caranya menghapus rasa rindu akan tidak terasa perih?

Advertisement

Rindu selalu saja menjadi sesuatu yang menyelinap kedalam sanubari setiap saat, 

Akan terasa menyiksa kala malam hari,

Akan semakin sakit saat sadar dia yang dirindukan tidak menggubris rasa,

Hanya bisa menatap langit malam dan bercerita pada bintang tanpa kata,

Bisakah suatu saat rindu ini menepi?

Melepas semua tumpukan menyesakan dalam hati ini padamu,

Atau merasakan kesakitan saja untuk melepaskannya?

Membuka rantai rindu dari dasar hati dan menenggelamkannya ke dasar samudra.

Tolong jangan sepelekan lagi perasaan rinduku. Ini adalah hati, bukan stasiun di mana kamu bisa singgah untuk mendapatkan bus selanjutnya. Jika kau tidak menyukainya, maka segera akhiri saja, lepaskan! Jangan buat hatiku menjadi penuh dengan timbunan rindu yang menyakitkan. Mungkin kelak Tuhan akan menciptakan perasaan rindu dalam hatiku untuk seseorang yang lebih pantas, seseorang yang akan merasakan rindu yang sama, seseorang yang bukan kamu. Sehingga menjadi rindu yang indah, rindu yang membuat bahagia. Karena hidup tidak bisa rusak hanya dengan memelihara rindu yang berkarat tanpa siraman air bunga yang harum bukan?

***

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya