Teruntuk Jodoh yang Sering Dipertanyakan, Apa Iya Kamu Benar-benar Kesasar?

Teruntuk Jodoh yang Sering Dipertanyakan

Menikah itu impian setiap orang, apalagi sosok yang akan menemani duduk dikursi plaminan adalah orang yang diidamkan. Untuk mencapainya butuh perjuangan yang tak mudah. Terkadang pula setelah kita berusaha semaksimal mungkin kenyataan masih saja menyakitkan. Pertanyaan kapan menikah yang terdengar sepele. Menjadi masalah sendiri untuk orang yang statusnya masih sendirian. Sebenarnya sudah siap lahir dan batin untuk menikah, tapi kabar pernikahannya belum tahu kapan? Jadi stop bertanya kapan, sebaiknya doakan saja.

Advertisement

Menunggu sebuah fase yang saat ini dirasakan. Menunggu itu ternyata melelahkan dan membosankan. Apalagi jika kabar yang ditunggu itu tidak ada kepastian. Sabar dan percaya pilihan terbaik untuk menenangkan jiwa. Berjuang selagi mampu berpasrah ketika yang diharapkan masih menjadi angan-angan.

"Kapan kamu datang?"

Beri aku kepastian hingga aku bisa mempersiapkan diri menjadi lebih baik dan tak harus terlalu merisaukan pertanyaan kapan dari mulut mereka, orang tersayang.

Advertisement

"Sedang apa kamu?"

Kabarmu selalu aku tunggu duhai jodoh dimasa depan. Semoga kamu mempersiapkan diri untuk menyambutku jodoh terindahmu.

Advertisement

"Apa benar kamu sibuk jagain jodoh orang, hingga lupa hubungan kalian pasti akan berakhir?"

Ya kamu kesasar ke hati orang, semantara waktu berbahagia dengan jodoh orang. Percaya deh, selama apapun hubungan cinta kalian. Secinta apapun kalian. Jika tak pernah dilahirkan untuk berjodoh. Pasti akan berakhir juga, sia-siakan perjuanganmu. Cepat putus ya jodoh andai benar-benar detik ini kamu jagain jodoh orang.

Maaf jika kini aku mengharapkanmu. Aku selalu percaya tak ada yang tak mungkin. Tak ada yang melarang berharap pada seseorang untuk menjadi jodoh. Paham kok semua itu ada resiko. Resiko siap-siap kecewa pada akhirnya namun aku akan lebih bersiap jika memang benar jodohku adalah kamu. Duhai nama yang selalu aku sebutkan dalam doa untuk menjadi jodoh. 

Bolehkan aku memberi tahu sedikit kabar ini padamu? Duhai jodoh di masa depan.

Senyuman ini masih hambar, menunggu kedatanganmu. Tawa ini masih pura-pura, belum lengkap. Baik-baik saja adalah kata-kata yang sering digunakan. Walaupun kenyataan sering berkata lain. Selalu berharap semua akan indah pada waktunya.

Jodoh jangan pernah tinggalkan aku. Dengan sikap manja dan ingin dimengerti. Diri ini hanya ingin disayang. Jangan pernah kamu menduakan aku maupun berpikir untuk mendua setelah nanti kita bersama. Karena cinta yang dibagi rasanya sakit. Cintai aku sesederhana dan selama mungkin.

Jodoh aku tetaplah manusia biasa yang banyak kekurangan. Bimbing aku ke jalan yang benar hingga sama-sama suatu saat nanti kita sampai disurga. Bahkan saat aku melakukan kesalahan sadarkan aku dengan lemah lembut bukan dengan pukulan. Bagaimanapun juga sekuat-kuatnya diriku aku tetaplah wanita yang hancur hatinya jika kamu menamparku, perasaan ini pasti akan hancur lebur. Pintaku mungkin memang banyak untuk itu jangan mengeluh. Anggaplah ini sebagai anugerah yang perlu kamu nikmati.

Jodoh ada salam dariku untukmu

Datanglah di saat yang tepat, jadikan dirimu menjadi lebih baik dan halalin aku segera.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE