Seorang teman dekat memberikanku sebuah surat, yang berisikan tentang ungkapan perasaan seseorang. Dalam pesan itu tertulis, bahwa dia menyukai dan ingin menjalin hubungan khusus denganku. Disitu pula tertulis bahwa sebenarnya dia adalah orang yang berada dalam lingkungan terdekatku. Namun sayangnya, dia tidak meninggalkan tanda pengenal berupa namanya.

Serta, dia juga sudah berkompromi dengan beberapa temanku untuk merahasiakan identitasnya tersebut, supaya aku bisa menjadi lebih peka dengan lingkungan sekitarku. Menurut mereka, aku dapat dengan mudah menebak identitas pengagum rahasiaku ini. Sejujurnya, aku bukanlah orang yang mahir menebak watak atau kepribadian seseorang. Apalagi seorang pengagum rahasia yang identitasnya saja, masih dipertanyakan asal-usulnya.

Advertisement

Penasaran, tentu saja. Diri ini perlahan-lahan mulai tertarik dengan kehadirannya, yang selalu memunculkan tanda tanya besar dalam pikiranku. Beberapa kali aku berasumsi  tentang dirinya. Jika dia memang benar berasal dari lingkungan terdekatku, apakah aku pernah bertemu dengannya? Atau seberapa dekatkah hubunganku dengan dia?

Aku mencoba mengingat-ingat tentang beberapa kejadian pada kehidupanku di masa lalu hingga saat ini, yang telah melibatkanku dengan teman lawan jenis lainnya. Pun pula lewat kenangan lama yang telah teringat kembali. Ku seleksi satu persatu teman priaku, apakah ada dari mereka yang memenuhi kriteria sebagai pengagum rahasiaku trsebut. Entahlah, sepertinya aku butuh petunjuk yang lainnya.

Lagi-lagi aku mendapatkankan sebuah bingkisan berupa hadiah dari dirinya, tepatnya pada hari ulang tahunku. Sebuah bingkisan kotak panjang berwarna coklat lengkap dengan merk kain sarung yang terkenal, tanpa dibalut dengan kertas pembungkus kado sebagai tanda hadiah darinya.

Advertisement

Kok hadiahnya sarung pria sih? Pikirku sebelum membuka isi kotak tersebut. Karena penasaran dengan isinya, tanpa pikir panjang lagi ku buka isi bingkisan tersebut secara perlahan-lahan dan hati-hati. Namun apa yang ku dapat, yaitu sebuah kaos jersey sepak bola favorit untuk seorang wanita, yang telah lama aku idam-idamkan sejak dulu.

Yap, meskipun wanita, aku juga gemar sekali menyaksikan acara sepak bola. Apalagi ketika tim favorit sedang bertanding. Dan beruntungnya aku ini, saat mendapatkan jersey kaos klub kesayangan secara cuma-cuma dari seseorang yang tak ku kenal. Tentu saja aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung padanya.

Namun seperti biasa, dia tidak meninggalkan sebuah jejak nama atau tanda pengenal dalam bingkisan tersebut. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih lewat doa yang aku panjatkan. Serta berharap agar aku bisa dipertemukan secara langsung dengannya suatu saat nanti.

Aku tak ingin dia terus menghujaniku dengan hadiah atau bingkisan tanpa aku juga mengenalnya. Meski demikian, setidaknya untuk saat ini aku tahu dia orang yang baik dan perhatian denganku. Begitu juga menurut pandangan teman-temanku terhadapnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya