Bersyukur.

Hanya kata itu yang bisa menggambarkan apa yang aku rasa selama ini, selama memiliki seseorang yang sangat hebat membuatku jatuh cinta dan sangat baik dalam mencintaiku.

Advertisement

Bagaimana caraku untuk mengatakan betapa aku mencintaimu? Aku mengagumi dan menerima semua hal yang ada pada dirimu. Kau tahu, aku tak pernah mencintai dan mempercayai seseorang seperti ini. Kau adalah seseorang yang dikirimkan Tuhan untuk membuktikan padaku bahwa ada lelaki yang bisa membuatku jatuh cinta sedalam-dalamnya, seperti sekarang. Aku memilikimu, itu lebih dari cukup untukku menaklukan hidup dan meraih mimpi-mimpiku..


Suatu malam, aku memejamkan mata dan melihatmu jelas ada di dalam sana. Tersenyum dan menatapku dengan mata yang sangat memabukkan. Sejak saat itu, mimpi setiap tidurku bukan lagi bunga tidur jika bukan tentang kau.


Setiap pagi, aku menyadari bahwa adanya kamu dalam hidupku saat ini sungguh merupakan anugerah terbaik Tuhan. Tidak pernah aku seyakin ini, selain pada dirimu. Aku sangat meyakini bahwa kamulah seseorang yang akan selalu aku cinta sampai aku tak mampu lagi untuk sekedar mengingat namamu. Aku sangat meyakini bahwa kamulah seseorang yang akan selalu aku tatap setiap malam sebelum aku memejamkan mata, dan setiap pagi setelah aku membuka mataku. Aku sangat meyakini bahwa kamulah seseorang yang akan menjadi Ayah untuk anak-anakku, menjadi Imam dalam setiap perjalanan hidup yang akan aku lalui. Sayang, kau harus tahu, hanya kau yang membuatku yakin bahwa ada lelaki hebat yang mampu menggantikan Ayahku, mencintaiku melebihi dunia, membahagiakanku dengan segala apa yang dia punya.

Advertisement


Jika aku lebih berharga dari dunia dan seisinya untukmu, tetaplah menjadi semestaku. Agar setiap nafas yang kuhembus, setiap udara yang kuhirup, tak pernah tak ada kau di dalamnya.


Pernahkah kau bertanya, mengapa aku mencintaimu dengan amat sangat?

Jika iya. Aku punya jawabannya.

Kaulah jawaban dari setiap pertanyaanku, kaulah akhir dari setiap perjalananku, kaulah hadiah Tuhan dari setiap pintaku dalam doa.

Sayang, maukah kau percaya padaku bahwa kita memiliki takdir yang bahagia? Cukup hanya menggenggam tanganku, dan kenali pelukanku. Bukankah kita dipertemukan oleh semesta? Lalu tak bisakkah kita menaklukannya?

Sayang, maukah kau percaya padaku bahwa kita akan berakhir bahagia? Cukup hanya menatapku, dan berkata bahwa matamu yang indah hanya milikku, dan akan selalu seperti itu. Maukah?

Jangan lupa jalan pulang, ya.

Taklukan jarak sepanjang 25.000 km yang selama ini membuat kita jauh.

Hai, pemilik mata yang selalu membunuhku! Pasti kau akan baca tulisanku ini. Iya kan? Tetaplah menjadi semestaku, maka akan kuberikan seluruh dunia dan seisinya untukmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya