Toxic Friendship: Keluar atau Bertahan?

Kenali Bagaimana Hubungan Pertemanan Anda

Tidak sedikit yang berkata bahwa semakin dewasa maka akan semakin sedikit circle pertemanan seseorang. Semakin dewasa tentunya akan semakin beragam permasalahan yang muncul dan disitulah seharusnya peran seorang teman terlibat dengan memberi solusi dan support serta memberikan positive vibes bagi Anda. Namun apakah sekarang masih benar-benar ada pertemanan yang seperti demikian?

Advertisement

Semakin berkembangnya kehidupan diikuti dengan perkembangan globalisasi tentu juga memberikan dampak bagi hubungan pertemanan seseorang. Mereka akan terbawa arus globalisasi sebagai bentuk penyesuaian agar tidak dikatakan sebagai manusia kuno.

Hal ini tercermin dari hubungan pertemanan yang tidak sehat atau toxic friendship. Dalam pertemanan ini, seseorang sudah mulai terpengaruh akibat adanya pengaruh dari luar. Misalnya yang sebelumnya selalu responsive dan serius jika mendengar cerita kini berubah menjadi acuh dengan cerita orang lain dan bahkan menjadikannya sebagai bahan lelucon. Ini bisa sampai menyebabkan seseoran menjadi down. Lalu sebenarnya apa sih toxic friendship itu?

Mengenal Toxic Friendship

Advertisement

Toxic friendship adalah circle pertemanan dimana orang-orang yang ada di dalamnya tidak lagi saling mendukung dan tidak lagi memberikan positive vibes bagi diri Anda. 


When you're with the person, they bring out behaviors in you that aren't your best – Bonior 


Advertisement

Ciri-Ciri Toxic Friendship

Hanya ada ketika dia butuh

Ketika dia membutuhkan Anda maka dia akan bersikap manis kepada Anda. Namun sebliknya, jika Anda yang membutuhkan dia, dia mempunyai banyak alasan untuk bisa menghindar. Jadi tidak hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan ya, tapi pertemanan juga loh!

Suka membatalkan janji

Membatalkan janji sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagaimana jika sebab dia membatalkan janji dengan Anda adalah karena pergi dengan orang lain yang baru saja mengajak dia pergi. Pertemanan ini terbilang sudah mulai acuh dengan kesepakatan mereka. So, jangan sampai kalian membatalkan janji teman apalagi untuk bertemu teman lainnya untuk sekedar hangout. 

Tidak lagi memberi support

Support sytem salah satunya bisa didapat dari teman. Namun jika teman Anda mulai merendahkan mimpi Anda maka bisa dibilang mereka sudah tidak lagi berhubungan sehat dengan Anda dalam cirlce pertemanan. Orang yang seharusnya memberikan dukungan lebih justru malah menjadikan rendah seseorang.

Menjadikan Anda sebagai orang lain

Toxic friend biasanya mempengaruhi Anda agar tidak lagi menjadi diri sendiri. Mereka lebih support untuk Anda menjadi orang lain dengan alasan tidak masuk akal. Ini berdampak pada diri Anda sendiri, apakah merasa nyaman atau justru tertekan.

Bagaimana Mengatasi Toxic Friendship?

1. Anda dapat mengatakan dengan jujur bahwa pertemanan yang Anda jalani sudah menimbulkan rasa tidak nyaman.

2. Mencari kesibukkan lain agar Anda tidak terlalu sering berjumpa dengan mereka.

3. Buat batasan dalam hubungan pertemanan.

4. Berusaha untuk memberikan saran.

So, jangan paksakan diri Anda untuk tetap bertahan dihubungan pertemanan yang tidak sehat karena Anda sendiri yang akan merasakan dampaknya. Kenali bagaimana circle Anda mulai dari sekarang.


Indeed, the great friends are hard to find, hard to leave, and difficult to forget. – Richelle Mead


 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Public Health Students

CLOSE