Di zaman yang serba modern dan canggih ini, masyarakat disuguhkan dengan berbagai macam produk hasil inovasi teknologi, salah satunya adalah smartphone. Sekarang, siapa sih anak muda yang tidak memiliki smartphone?

Smartphone dijual dengan harga yang beragam dan dapat menyesuaikan budget para pembeli. Melalui smartphone kita dapat mengakses segala sesuatu, dengan sekali klik maka akan muncul berbagai pilihan. Kini, smartphone dilengkapi dengan aplikasi- aplikasi media sosial yang dapat diunduh melalui Playstore.

Advertisement

Media sosial merupakan wadah bagi para penggunanya untuk dapat berinteraksi satu dengan yan lain, bisa melalui chat, telpon, hingga video call. Jarak dan waktu tidaklah menjadi penghalang besar pada masa kini.

Dengan hadirnya media sosial dikehidupan ini membuat kita semakin update mulai dari berita terkini, tren-tren terbaru, dan bahkan kehidupan pribadi seseorang. Kerap kali kita menjumpai hal-hal viral di sosial media, contohnya sebuah surat kepada presiden Jokowi yang ditulis oleh Bulan Karunia, seorang anak perempuan yang menyandang disabilitas.

Melalui surat itu, ia berharap agar presiden dapat menghadiahkan sebuah kursi roda agar mempermudah aktivitas sehari-hari yang dilakukannya. Postingan ini mendadak viral dan dishare oleh banyak pengguna internet, hingga akhirnya harapan Bulan untuk mendapatkan kursi roda terjawab.

Advertisement

Presiden langsung merespon dan memberikah hadiah tersebut. Melalui kejadian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media sosial memiliki andil yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Semua hal-hal yang diposting oleh siapapun bisa saja dengan mudahnya menjadi viral.

Jika ada viral yang positif maka pasti ada pula viral negatif. Orang-orang berlomba-lomba untuk menciptakan suatu konten atau postingan, dan memiliki tujuan agar apa yang mereka buat dapat diketahui dan dikenal oleh masyarakat sehingga mereka pun pasti terkenal secara instan, yang akan menguntungkan diri pribadi masing-masing.

Sangat disayangkan banyak dari para pengguna internet yang lebih menyukai viral-viral yang berkonten negatif. Seperti di tahun ini dunia maya gempar memberitakan mengenai seorang public figure transgender, dimana bertolak belakang dengan norma yang bangsa ini terapkan.

Pengguna media sosial bukan hanya orang dewasa, namun juga anak- anak dapat mengakses dengan mudahnya.

Jika viral negatif terus menerus dibuat, dilakukan, disebarkan dan kemudian ditonton oleh anak- anak yang belum bisa menyikapi viral tersebut dengan bijaksana, maka mereka akan terbiasa hidup dikelilingi hal negatif bahkan ikut terbawa untuk membuat konten yang serupa juga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya