Hai kamu, apakah kamu masih bisa mengenaliku ketika suatu saat nanti kita tak sengaja dipertemukan oleh Tuhan kembali ? Semoga kau tak lupa denganku. Seorang yang pernah sekuat tenaga menjagamu agar tidak pergi, seorang yang selalu kau bilang lebay soal perasaan, seorang yang selalu kau nantikan kabarnya setiap hari di layar ponselmu dulu. Seorang yang sering kau ingatkan jika ia ceroboh. Seorang yang selalu kau nasihati jika ia berbuat salah.

Taukah kau yang saat ini jau disana? Tak pernah sedikitpun harapku kau terluka atau bahkan tergores karena perihal polemik hidup yang tak bisa dibilang enteng.

Advertisement

Kamu, apakah masih sama dalam hal rindu, kata demi kata yang terulas manja, yang sempat kau kuaskan dengan getar rasa luar biasa. Jujur aku merindukannya. Ada perasaan hilang, tanpa kusadari sepi mulai melanda seisi rongga dada. Beginikah akhir cerita kita ?

Kamu yang sempat kujadikan bagian dari masa depan harus kulupakan. Tidak untuk dihilangkan, hanya berusaha jauh agar ruang di hatimu yang sedikit sesak oleh gelagatku yang kau bilang berlebihan itu.

Aku tau, bahagia akan segera kau dapakan dengan “dia“ yang kini mungkin ada di dekatmu. Tanpaku, kau akan tetap tegak dalam hal gerak. Kau lelaki hebat yang sempat ku kenali. Terima kasih dariku yang pernah kau berikan kesempatan untuk sekedar mampir mengisi hatimu.

Advertisement

Saat ini, aku kembali belajar menata hati. Belajar percaya diri. Belajar membangun mimpi yang sempat ku harap terhenti di hatimu. Tetapi kusadari dan Tuhanlah yang lebih tau takdir kita. Akan ada pertemuan di lain waktu jika memang kamu ditakdirkan untukku.

Dariku yang sempat kau rindu, dariku yang sempat tulus menyayangimu.

Dariku yang sempat kau bilang akan jadi masa depanmu. Kita pernah membangun mimpi bersama. Terima kasih untuk kehadirannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya