Hati-hati masuk ke dalam hatiku karena seseorang yang dulu kusebut "Sayang" pernah memecahkan gelas dan piring di dalamnya. Pakailah sepatumu jika tak ingin kamu terkena beling yang berserakan. Bukan aku tak bisa melupakannya, tapi aku tak ingin orang yang benar-benar menyayangiku terkena percikan luka lama di dalam hatiku. Dan sesungguhnya aku tak ingin kamu tahu apa yang terjadi dulu tapi memang sudah seharusnya kamu tahu, cinta yang dari awal menguatkanku akhirnya membunuhku dan membuat jiwaku mati setengah menahan pilu kepedihan serta rindu terabaikan oleh dia yang tak pernah sadar dengan apa yang dia lalukan kepada orang yang sangat menyayanginya.

Tapi sekarang sejalan berputarnya waktu dan bergantinya hari, tak ada lagi yang aku sesali dan menangis untuknya, membuatku jijik pada diriku sebagai laki-laki. Bagi orang yang tak mengalami cinta ini, mungkin menganggap aku bodoh dan berlebihan, tapi suatu saat jika mereka berada di posisiku mereka akan tahu bagaimana rasanya di tinggalkan seseorang yang kita anggap penerang jalan hidup ini ternyata hanya gelap, sunyi dan suram yang di berikanya, serasa matahari pagipun tak bisa menerangi kelukaaan serta kehampaan yang kutahan.

Advertisement

Aku seakan tersembunyi dari dunia ini dan bertempur melawan rindu yang tak kunjung mengerti akan kenyataan yang terjadi, mungkin karena aku terlalu berharap dialah kebahagian itu tapi ternyata dia adalah petaka yang selalu kurindukan. Namun semuanya telah berakhir meski menyisakan kepingan perih di hati ini. Setiap aku melihat tatap matanya yang seakan tak pernah menatapku dengan seindah dulu, saat kami bersama dan wajahnya menggambarkan benci menyesal pernah mencintaiku.

Tapi sesakit apapun yang telah dia berikan, aku tak ingin menyimpan benci dan dendam. Aku selalu ingin melihatnya bahagia bersama pilihannya nanti. Semoga apa yang aku rasakan tak pernah berbalik ke padanya dan aku yakin dia tak akan bisa kuat seperti aku.

Sekarang kamu tahu apa yang telah aku lalui sebelum bertemu denganmu. Bukan aku ingin membuat kamu ragu, tapi aku tak ingin merasakan apa yang pernah menyiksaku siang dan malam, memikirkan sesuatu yang tak pernah mengharapkan kehadiranku. Aku berharap kamu yang datang setelah luka ini adalah penawar yang di kirimkan Sang Pencipta, bukan madu yang lama-lama berubah menjadi racun yang sangat mematikan.

Advertisement

Aku ingin menyambutmu dengan kedua tanganku memelukmu dengan hangatnya cintaku sambil mengusap rambut hitammu hingga akhir hayat nanti rambut kita memutih berkilauan, bersama indahnya kasih sayang yang kita bina berdua. Di manapun kamu sekarang, semoga kamu selalu dalam keadaan baik dan sukses dalam segala hal dan aku menunggumu di sini, di tempat kamu akan pulang yaitu rusuk ini karena kamu yang melengkapiku dan aku akan membawamu terbang mengelilingi indahnya hidup ini.

Sekarang aku sedang mempersiapkan diriku dengan sebaik baiknya aku tak ingin orang yang aku cintai nanti kecewa, aku tak ingin mengajakmu hidup susah. Aku akan berusaha seperti ayahmu yang telah membuatmu bahagia sampai detik ini. Aku tak ingin orang tuamu kecewa karena anak yang dia besarkan denga susah payah siang dan malam akhirnya hidup menderita bersama pilihan hatinya. Aku ingin kamulah payung penyejuk perjuanganku melawan panasnya persaingan dalam dunia ini dan kamu teman yang membawaku ke surga firdaus nantinya.

Semoga kamu tak ragu denganku dan jika semua ini berlebihan, itulah aku dengan segala kekuranganku. Karena tak ada manusia yang sempurna dan kita di pertemukan nanti untuk melengkapi segala kekurangan kita masing masing.

Terakhir aku cuma berpesan, jangan pernah lupa bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya