Untuk kamu yang saat ini datang dan pergi sesuka hatimu, tahukah kamu kalau aku sedang mencoba meyakinkan diriku sendiri. Meyakinkan diri untuk bertahan menunggu kepastianmu atau pergi meninggalkan semua kenangan yang pernah kita ukir bersama.

Kebersamaan kita sampai saat ini tidak pernah ku bayangkan sebelumnya, sejak kita terlibat dalam situasi yang mengharuskan kita berjauhan tak pernah terlintas dalam benakku untuk bertegur sapa denganmu. Namun, ketika kamu datang dengan segala alasan yang kau ucapkan kita memulai lembaran baru yang kita sebut pertemanan.

Advertisement

Tak berselang lama, tiba-tiba kamu memintaku untuk tidak lagi memanggilmu sebagai teman. Ya, kamu memintaku untuk menjadi wanita yang akan kau ajak bertukar pikiran, nonton film bahkan melakukan hal-hal baru bersama dan aku merasa bahagia saat itu.

Masih ku ingat dengan jelas bagaimana kita menjalani hari-hari kita sebagai sepasang kekasih. Kamu yang selalu menanyakan kabarku bahkan di setiap menit selalu ada pesan baru darimu, saat itu kau merasa menjadi wanita terbahagia karena semua perhatiaanmu. Kau selalu rela menjemputku untuk sekedar mengantarkanku ke kantor dengan alasan ingin memastikan aku baik-baik saja pada hari itu. Selesai kita menjalani tugas sebagai karyawan, kamu kembali menungguku untuk sekedar makan bersama dan menceritakan semua hal yang kita alami hari itu. Pertemuan kita menjadi kebiasaan yang membuatku bahagia, kamu buat hati ini nyaman dan merasa di cintai.

Yang ku ingat tak lama situasi itu terjadi, hingga akhirnya kita terlibat dalam perbedaan pendapat dan kamu meninggalkanku begitu saja tanpa kejelasan atas hubungan kita. Menjalani hari-hari dalam kesendirian dan kepahitan atas kenyataan hidupku adalah caraku berdamai dengan keadaan kita. Aku berharap kamu baik-baik saja dengan segala kemungkinan, kemungkinan kau menggantikan hadirku dengan wanita lain.

Advertisement

Sampai suatu saat kamu datang kembali dengan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku berusaha untuk tidak mengungkit masa lalu kita, ku coba mengikuti arusmu dengan menjalani hubungan yang tak jelas. Hingga saat ini, kamu selalu menghindar ketika ku ajak bicara tentang kejelasan hubungan kita. Tak pasti ku ketahui apa yang menjadi alasanmu sehingga kamu berusaha menggantungkan hubungan kita.

Hanya hatimu yang tahu apa yang menjadi tujuan hadirmu dalam hidupku saat ini, tapi yang jelas apapun tujuanmu hanya seutas doa yang akan selalu ku panjatkan kepada sang Pencipta. Hanya harap yang dapat ku sampaikan kepadaNya, berharap kau baik-baik saja denganku. Jika aku harus menunggu, tinggalkan alasanmu mengapa aku harus menunggu. Namun jika aku harus pergi dari hidupmu, sampaikan itu dengan kepastian. Kepastian bahwa itu adalah keputusan yang terbaik untuk kita.

Satu hal yang ingin ku sampaikan, jika aku harus meninggalkan semua hal tentang kita itu akan menjadi hal tersulit untuk ku lakukan saat ini karena hatiku hanya untukmu. Harapku, hatimu hanya untukku juga. Namun jika harapku tidak pantas bagimu, berbahagialah karena aku bahagia melihatmu bahagia walaupun dengan kau melepaskan diriku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya