Tulisan kali ini spesial untuk kamu yang merasa 'susah bahagia' meskipun kamu sudah punya pasangan baik, ganteng, ataupun kaya. Lalu kamu penasaran dengan orang-orang yang dengan mudah hidupnya bahagia, meskipun mereka hanya punya sedikit uang, sedikit benda berharga, pasangan yang biasa saja, bahkan sebagian dari mereka Jomblo tapi tetap bahagia.

Sahabat baik disini tentu tidak asing dengan kata "BAHAGIA" bukan? Tentu semua orang ingin sekali bahagia dalam mengarungi samudera kehidupan yang teramat luas ini, tidak ada satupun diantara kita hidup di dunia dan mengharap penderitaan.

Advertisement

Sayangnya, sensasi/rasa yang seolah-olah penderitaan ini kerap muncul di setiap langkah kehidupan yang saat ini kita jalani. Namun tahukah sahabat, ternyata bahagia itu bukan hal yang mewah, mahal, bahkan bukan hal harus diperjuangkan. Sama sekali tidak lho…

Kita terlalu banyak mendapatkan informasi dari kita kecil hingga usia kita saat ini, terlalu banyak konsep-konsep kebahagiaan yang dipaksa masuk ke pikiran kita yang pada akhirnya membuat kita lupa pada esensi kebahagiaan itu sendiri.

Hari ini, saya ingin membawa sahabat semua kembali berkenalan dengan "KEBAHAGIAAN". Selama ini kita pikir kita akan bahagia saat punya mobil, lalu kita memutar otak bagaimana caranya agar dapat membeli mobil….

Advertisement

Kita pikir kita akan bahagia saat punya Rumah, lalu kita kerja keras dan beli rumah…

Kita pikir kita akan bahagia saat bisa pergi ke suatu tempat, dan kita menabung untuk jalan-jalan…

Kita pikir kita akan bahagia saat kita punya istri cantik, kita berjuang mati-matian mendapatkan seorang wanita cantik dan mendapatkan cintanya…

Tentu kita bahagia saat semua hal tersebut terwujud, sudah sewajarnya bukan? Kemudian hal aneh terjadi, kita mulai bosan dengan apa yang membuat kita bahagia tadi. Seolah-olah semua kebahagiaan itu lenyap perlahan…. Pertanyaannya, kenapa bisa seperti itu ya? Mobil yang kita perjuangkan tersebut lama-lama tidak lagi membuat kita bahagia, rumah mewah yang kita tempati lama-lama membuat kita bosan, tempat liburan yang kita tuju lama-lama semakin sedikit dan sudah tidak begitu menyenangkan, bahkan kecantikan pasangan yang kita perjuangkan lama-lama membuat kita jenuh.

Tahukah sahabat kenapa hal tersebut terjadi? Sebagian orang mungkin akan mengatakan hal tersebut terjadi karena "pada dasarnya manusia tidak pernah puas".

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi mari kita melirik konsep dasar bahagia. Selama ini kita terlena oleh informasi yang masuk ke pikiran bawah sadar kita, kita melupakan konsep bahwa sebenarnya BAHAGIA itu bukan Benda, bukan Tempat, bukan Orang!

Tapi, BAHAGIA itu PERASAAN

Banyak dari kita selama ini terlalu sibuk membedakan kebahagiaan kita sendiri. Kita membentuk standar kebahagiaan kita menggunakan benda, tempat, orang, benda, atau bahkan keadaan. Sehingga kita tanpa sadar dipaksa untuk mencari kebahagiaan di luar diri kita.

Semakin sulit hal-hal tersebut didapatkan oleh kita, semakin kita akan terjebak dalam ilusi-ilusi kebahagiaan yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Hal tersebut membuat standar kebahagiaan kita semakin tinggi…lalu apa yang terjadi? Ya… kita semakin susah bahagia.

Semakin tinggi standar kebahagiaan seseorang, ia semakin sulit bahagia. Sebaliknya… semakin rendah standar bahagia seseorang, ia akan lebih mudah bahagia.

Ya.., pada akhirnya kita semua akan sadar sepenuhnya bahwa:

"TIDAK ADA satupun diluar dirimu yang bisa membuatmu bahagia… kecuali kamu memutuskan untuk BAHAGIA" ~Gun Abraham

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya