Hai, belum pernah kita bertemu. Aku hanya tahu namamu dari pesan-pesan yang kau kirimkan kepada priaku. Awalnya aku menyalahkan priaku, mengapa ia meladeni pertanyaanmu. Pesan-pesan darimu membuat perasaanku jadi gelisah. Dan pesan-pesanmu menimbulkan ketidaknyamanan dalam hubungan kami. Namun seiring waktu berjalan, aku mulai berpikir apakah memang ini murni kesalahan priaku? Ternyata tidak setelah hari ini aku dapati kamu mengirim pesan kepada priaku, dengan menggunakan panggilan khusus darimu. Marah? Tidak.

Sedikitpun tak ada amarah di hatiku. Tapi, wahai wanita yang ku anggap "bersahaja" karena pakaianmu, mengapa begitu gencarnya mendekati kekasihku? Padahal kamu harusnya lebih memperhatikan kekasihmu. Apakah kamu tidak punya pekerjaan lain selain mengirimi kekasihku pesan? Mengapa kamu tidak mencoba untuk mulai menghargai perasaan kekasihmu?

Advertisement

Aku tahu mungkin kalian dulunya teman. Tapi bukankah pertemanan memiliki batas?

Dia priaku, yang akan aku cintai dengan caraku.

Maaf jika aku sedikit kasar, namun sungguh aku tak perlu bantuanmu untuk membahagiakannya. Kami sudah bahagia menjalani hubungan kami sampai kini, sampai tahun kedua aku bersamanya, dan aku harap untuk tahun-tahun berikutnya. Aku tak pernah takut kamu akan merebutnya, karena aku kenal betul siapa pria yang kini ada di sampingku. Aku kenal betul pria ini. Ya, pria yang rutin kau kirimi pesan. Hey kakak cantik, mengapa kamu tidak mencoba untuk mengirimi kekasihmu pesan seperti kamu mengirimi kekasihku? Percayalah, kekasihmu akan senang jika kau perlakukan ia seperti kau perlakukan kekasihku.

Advertisement

Ya, kekasihmu yang harusnya kau bahagiakan. Karena kebahagiaan kekasihku adalah urusanku. Kakak cantik, melalui artikel ini aku hanya ingin kamu menjadi sadar, bahwa kekasihku tak pernah menyukaimu. Aku mengetahui semua pesanmu yang dibalasnya, karena kami sudah berkomitmen untuk tidak menutupi apapun yang bisa mengancam hubungan kami. Kakak cantik, tolong biarkan kami berbahagia dengan hubungan yang telah kami bangun susah payah.

Tolong relakan kekasihku dan mulailah menerima kekasihmu. Jangan mengirimi kekasihku pesan-pesanmu itu, karena kekasihku tak butuh pesan-pesanmu.

Kakak cantik, jika memang kamu takut pria yang kamu kagumi ini tidak bahagia, maka percayakanlah saja semuanya kepadaku. Aku sudah mengenalnya, aku sudah mengerti keinginannya dan aku sudah melakukan berbagai cara untuk membahagiakannya. Kau tak perlu khawatir, karena sungguh, kebahagiaannya adalah prioritas utama bagiku. Ada satu hal yang harus aku katakan kepadamu, tolong jangan ganggu lagi hubungan kami, karena kami berani untuk menghadapi segala sesuatu bersama-sama.

Kakak cantik, tolong biarkan kami berbahagia dengan cara kami sendiri, tolong jangan campuri lagi kebahagiaan kami, dan tolong jangan menjadi penghalang bagi kami untuk saling membahagiakan

🙂

Dariku,

kekasih pria yang kau kagumi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya