Hai Ay, pertemuan kita kini menjadi sesuatu yang mahal. Menghabiskan waktu denganmu kini menjadi hal yang sulit untukku lakukan. Dan berbincang banyak hal denganmu hanya dapat kulalukan dilayar ponsel yang terkadang mendekatkan jarak diantara kita. Ya, kita dipisahkan oleh jarak yang amat sangat dan merindukanmu kini menjadi hal yang biasa untukku dan bersabar sudah tentu obatnya.

Aku iri dengan mereka yang bisa menghabiskan waktu dengan kekasih mereka. Malam minggu yang kononnya menjadi malam muda mudi kini biasa bagiku. Namun iri ku tak akan membuatmu tiba tiba ada disampingku. Dan aku pun tahu kau pun sama denganku.

Tapi itu tak membuatku lantas bersedih dan meratapi nasib hubungan kita. Karena ku yakin Tuhan memiliki rencana indah untuk kita dan aku yakin disana pun kau sedang berjuang dengan mimpi – mimpi yang menanti untuk kau wujudkan. Dan semoga diantara mimpimu itu ada satu mimpi yang kau simpan untuk diwujudkan bersamaku.

Terkadang aku menjadi hamba yang kufur namun lagi lagi nikmat Tuhan memang begitu besar hingga aku tersadar dengan memilikimu aku harusnya bersyukur. Terimakasih untuk bahu yang selalu menenangkan ketika hati ini goyah. Terimakasih karena kau telah menjadi perantara kebahagiaan dari Tuhan untukku. Terimakasih untuk waktu dan canda tawa kita bersama. Kini ku yakin jauhnya jarak yang membentang takkan membuat kita goyah jika kita yakin akan rasa yang kita miliki sekarang, rasa yang mengikat kita.

Akan selalu ku selipkan namamu dalam setiap doaku. Agar Tuhan tahu betapa rasa ini begitu besar hingga Dia harus merestui kita berdua. Semoga.