Ketika kamu pertama datang aku menganggabmu sebagai orang yang membuatku berhenti menunggu, senyum hangat dan kecerdasan yang membuatku terpesona. Janji manis yang kuanggab sebagai pengikat kita, hingga akhirnya kamu pergi meninggalkan luka yang terlau dalam untuku

Bahkan aku tidak menggubris ucapan semua orang termasuk teman dekatku…

Aku terlalu malu untuk mengakui luka yang telah engkau buat, semua orang juga telah memprediksi bahwa kamu bukan lah orang yang baik untuk ku. Masa lalu mu dengan perempuan-perempuan mu yang tidak begitu baik membuat reputasimu buruk di kalangan teman-temanku. Semua orang memberi simpati padaku dan merasa iba akan diriku yang telah berhasil kau tipu. Namun aku memilih menpercayaimu, memilih untuk membuka hati selebar lebarnya untuk mu. Hingga indah tercipta di awal hubungan kita.

Masih ada perempuan itu di hatimu.

Dia adalah orang yang membuatku sangat iri, bagaimana bisa kamu begitu mencintainya. Hingga apapun kamu akan lakukan untuknya. Bahkan kamu pernah menekuk lututmu hanya untuk memohon dia kembali padamu. Di awal hubungan kita aku sadar dia adalah sosok yang tak tergantikan dan aku bukan apa-apa dimatamu. Semua hari akan kamu gunakan untuk berbicara tentang dia dihadapanmu, suka dukamu bersamanya. Kadang membuatmu tersenyum sendiri kadang mendung hadir di wajahmu. Lalu aku bisa apa? Hanya menghela nafas menyembunyikan luka yang semakin terbuka.

​Aku mulai sadar bahwa semua ini sia-sia

Hubungan yang seolah hanya sebuah permainan, ingin segera kau mengakhirinya tapi disaat itu pula aku sadar bahwa aku mulai tidak bisa kehilanganmu. Akhirnya aku hanya bisa diam melihatmu yang semakin tersiksa jauh darinya. Membuatmu mencintaiku juga adalah hal yang mustahil bagiku. Aku yang menganggabmu memiliki cinta untukku walau sedikit ternyata hanya sebuah rasa iba saja.

Keputusasaan yang membuatku jengah dan mati rasa.

Aku menyerah dengan luka ini, aku menyerah dengan rasa sakit ini. Aku meninggalkanmu, mengakhiri hubungan sandiwara yang kamu buat. Meninggalkan dengan kamu yang telah aku nobatkan sebagai manusia terjahat dimuka bumi ini. Berharap Tuhan memberitahukan kepadamu bagaimana rasa sakit yang kamu berikan kepadaku. Akhirnya kamu kembali kepadanya meminta hatimu di depan setiap orang, di depanku juga bahkan kamu tidak memperdulikan betapa sakitnya aku

Beberapa tahun aku mendengarmu dirundung pilu oleh pengkhianatan perempuan

Advertisement

Beberapa saat aku ingin bersyukur pada tuhan dan bersorak sorai merayakan kebahagiaanku. Namun aku mulai merasa iba dan kasihan kepadamu, mungkin itu karena rasa sayang yang masih belum kadaluarsa di hatiku. Mendengarmu begitu terluka pun rasanya tidak sampai hati apalagi harus merasakan dengan sorak sorak kegembiraan. Aku juga harus menanyakan pada Tuhan dari apakah hati ini diciptakan, bagaimana mungkin bisa merasa seiba itu padamu yang telah menjadi manusia paling jahat di dunia ini

Aku yang terlalu baik, atau kamu yang terlalu jahat?

Aku pikir kamu mengalami benturan keras di kepala sehingga menghilangkan ingatanmu. Kamu datang membawa harapan baru padaku,tanpa meminta maaf terlebih dahulu. Seolah apa yang pernah terjadi antara kita hanya iklan di serial kehidupanmu. Dengan janji- janji baru aku yang semula bahkan enggan menerima telfonmu akhirnya terperangkap dalam perasaan tidak ingin membuatmu terluka dan menerimamu kembali.

Rasanya ingin aku bertanya kepadamu apa salah yang aku perbuat kepadamu hingga sampai hati kau membuatku begini, kala hati mulai memekarkan kuncupnya kau injak dan kau patahkan sepeti tidak memiliki hak dia untuk hidup. Aku terluka lagi saat kamu pergi seperti orang yang tidak berdosa. Dan kembali aku harus mengobati lukaku sendiri.

Setelah janji-janji yang kau ingkari, kamu menawarkan janji baru

Sepertinya aku memang tidak pernah jera untuk percaya padamu, setelah berkali kali kau menghianati janji yang kamu ucapkan. kedatanganmu yang entah untuk keberapa kali membawa janji yang sama dan tidak di pungkirikamu kan memberiku penghianatan yang sama. Coba saja cari di dunia ini mungkin hanya ada segelintir orang yang akan melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan.

Dan saat ini aku masih percaya padamu, percaya bahwa kamu akan meninggalkanku kembali. Namun hatiku sudah lebih tangguh seperti punya jurus yang mempu menyembuhkan luka dalam sekejab saja. Aku memang bodoh namun aku tidak bisa mengikari hati yang tidak sampai hati membuatnya terluka dan sedih.

Aku hanya orang lemah yang mudah sekali di tipu oleh wajah melasmu. Selanjutnya aku hanya ingin kamu tidak pernah lagi datang membawa janji yang baru lagi, biarkan aku beristirahat dari aktivitas mengobati hati.