Hai, apa kabar?

Masih sibuk?

Advertisement

Semoga kau sedang tidak lupa denganku, di tengah kesibukan yang sedang menghantammu! Kau tahu? Di sela-sela sibukmu aku selalu menunggu kabarmu walaupun terkadang aku menyadari kau akan tetap seperti itu tenang saja tak apa,aku akan mencoba jauh mengerti lagi, aku menyadari kita memiliki dunia yang tak sama.

Namun dengarlah ini sayang.

Kamu boleh sibuk 24 jam, bersibuklah 23 jam, 50 menit sisanya untuk berkabar denganku. Selamat datang kesibukan yang sedang membuatmu babak belur yang secara tidak langsung telah berimbas pada semestaku. Jujur saja aku terlalu cemburu saat kamu sedang berdampingan mesra dengan kesibukanmu, aku iri saat kamu lebih mementingkan kesibukanmu, ah mungkin aku yang terlalu merasa kesepian.

Advertisement

Kamu terlalu asik dan mesra dengan kesibukanmu

Tahukah kamu? Segala hal yang kuperbuat hanya untuk satu kebahagiaan kecil yang bisa kamu ingat dan tak hilang begitu saja. Lelucon candaan tawa, dan hal hal kecil yang pernah kita perbincangkan aku hanya berharap semoga bisa membuatmu selalu tersenyum ketika mengingatnya. Seperti halnya aku yang selalu bahagia ketika mengingat segala hal tentangmu.

Hei, aku rindu,

Aku sedang cemburu dan iri akan kemesraanmu dengan segudang kesibukanmu yang sedang gencar gencarnya kau perhatikan, namun tak bisa kupungkiri, akupun bangga kepadamu. Aku bangga kamu bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Walaupun terkadang aku merasa hampa, aku tak kuasa mengekangmu. Kali ini yang bisa kulakukan adalah mengekang diriku sendiri untuk memaklumi segala aktivitasmu.

Ya, tak bisa kupungkiri juga aku takut, aku takut perasaanmu kepadaku mulai luntur oleh temeramnya matahari seperti hilangnya senja yang awalnya begitu indah setelah itu hanya ada gelap pekat malam terbesit pertanyaan bodoh. Namun segera kutepis segera fikiran dan pertanyaan bodoh dari hati dan fikiranku. Jelas saja kau mencintaiku, hanya saja kau pernah mengatakan untuk saat ini prioritasmu memang bukan untuk selalu menghubungiku namun masa depan kita.

Memang kali ini aku harus overdosis dengan obat yang namanya kesabaran. Ketahuilah, ketika aku menuliskan segala hal yang tidak bisa kusampaikan secara langsung ini, sembari aku membayangkan teduhnya binar mata indahmu, senyum serta alismu yang begitu sempurna. Sembari sesekali aku membayangkan suara canda, tawa, sapaan yang sudah lama tak kudengar.

Kamu tahu?

Impianku adalah semoga kamu bisa mendapatkan impianmu dan semoga ada aku di dalam impianmu itu. Semoga segala impian dapat terwujud. Aku akan selalu mendoakannya. Kini aku akan berusaha mencintaimu dengan penuh kesabaran. Kelak jika aku benar – benar memilikimu, itu adalah hadiah dari Tuhan untuk kesabaranku.

Bantu aku, doakan aku agar aku mampu untuk selalu mencintaimu dalam sabar dan iklasku.

Dariku,

Perempuan yang akan selalu mencintai serta mendoakan yang terbaik untukmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya