Pada akhir tahun 2018, aku beserta keluarga besar memutuskan untuk pergi berlibur ke Jepang. Tidak hanya mengitari satu kota, namun aku sempat berkeliling ke beberapa kota di Jepang, dimulai dari Tokyo, Osaka, Kyoto, Ikebukuro, dan lain-lainnya. Aku berangkat bersama orang tuaku, adik, beserta nenek dan kakek.

 

Advertisement

Jepang tidaklah kecil, biaya taksi di sana lumayan besar, sehingga untuk berjalan dari satu tempat ke lainnya cukup sulit dan jauh. Hal nya yang beda jika bepergian ke Jepang untuk bekerja dengan liburan. Biasanya, aku liburan hanya dengan keluarga ini, yaitu dengan orang tua beserta adik, hanya kami berempat saja. Namun liburan kali ini, aku mengajak kakek dan nenek untuk ikut berlibur dengan kami, maka perjalanan atau tempat-tempat wisata yang kami tuju tidak terlalu jauh supaya tidak melelahkan.

 

Pikiran menuju ke taman hiburan selalu mengasyikkan. Siapa yang tidak suka naik wahana yang mendebarkan, pertunjukan memukau, benang permen yang sangat besar, dan menjadi anak kecil lagi? Aku terutama, tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk mengunjungi taman hiburan, terutama taman hiburan seperti Universal Studios Japan.

Advertisement

 

Aku mengunjungi Universal Studios pertama sebagai anak berusia 12 tahun di Singapore. Aku ingat kegembiraan menonton film favorit menjadi hidup dan aku tidak akan pernah lupa betapa bersemangatnya untuk duduk di DeLorean dalam perjalanan Kembali ke Masa Depan.

 

Waktu berjalan cepat dan kunjungan Universal Studios berikutnya adalah ke Singapura lagi. Aku sudah mengunjungi Universal Studios Singapore sekitar 5 kali, dan aku selalu berkunjung pada bulan Oktober karena mereka selalu mengadakan acara Halloween Horror Night. Kali ini, terhitung sudah kunjungan aku ke Universal Studios untuk keenam kalinya, yaitu di Osaka, Jepang.

 

Pada hari itu, udara di Universal Studios sedang dingin, sekitar 5 derajat, sedangkan aku sedang bersama kakek dan nenekku dan mereka membutuhkan istirahat karena tidak kuat untuk berdiri untuk waktu yang lama. Untuk itu, aku dan kedua orang tuaku mencari tiket Express Pass supaya kami tidak usah mengantri panjang untuk menaiki wahananya.

 

Namun pada saat itu, anak-anak sekolah di Jepang sedang memiliki hari libur dan Universal Studios pun menjadi sangat ramai sehingga kami tidak mendapatkan tiket tersebut. Oleh karena itu, kami mencari restoran di dalam taman hiburan tersebut dan membiarkan kakek dan nenek  untuk duduk sementara.

 

Melihat daftar wahana seru di Universal Studios Jepang membuat kami satu keluarga kesulitan untuk memutuskan wahana mana yang ingin kami kunjungi terlebih dahulu. Karena kami kehabisan tiket Express Pass, kami pun harus memilah beberapa wahana yang ingin kami benar-benar naiki dan yang jalur antriannya tidak panjang.

 

Aku penggemar berat roller coaster dari semua taman hiburan yang sudah aku kunjungi, perjalanan ini jelas merupakan roller coaster favorit aku. Siapa yang tidak tahu film Jurrasic Park? Perjalanan ke tempat dinosaurus hidup berkeliaran di bumi di bagian ekspedisi, sebagian naik air yang berdetak kencang berdasarkan film-film blockbuster.

 

Jurassic Park adalah waralaba media fiksi ilmiah Amerika yang berpusat pada upaya bencana untuk membuat taman hiburan dinosaurus hasil kloning. Itu dimulai pada 1990 ketika Universal Picturesdan Amblin Entertainmentmembeli hak atas novel karya Michael Crichton sebelum diterbitkan.

 

Film Harry Potter pun sudah tidak terdengan asing lagi di kuping para dewasa maupun anak-anak. Harry Potter yang awalnya dimulai dengan serangkaian novel fantasi yang ditulis oleh penulis Inggris J.K. Rowling. Novel-novel tersebut menceritakan kehidupan seorang penyihir muda, Harry Potter, dan teman-temannya Hermione Granger dan Ron Weasley, yang semuanya adalah siswa di Sekolah Sihir Hogwarts dan Ilmu Sihir hingga dijadikan tempat rekreasi beserta beberapa wahana khas film tersebut didalam Universal Studios Japan.

 

Tujuan awal kami ingin berkunjung ke Universal Studios salah satunya karena kami, satu keluarga, adalah penggemar berat film Harry Potter, terutama Ibuku. Ia telah menjadi penggemar Harry Potter selama bertahun-tahun, mulanya sejak ia mengambil buku pertama karya J.K Rowling sampai selesai.

 

Kami sekeluarga tidak bisa membayangkan emosi kami ketika akhirnya memasuki wilayah Dunia Sihir Harry Potter Universal Studio Japan. Untuk benar-benar melihat Hogsmeadyang sebenarnya dan kastil Hogwarts yang megah di atas bukit membuat kami sekeluarga terkesima. Kami sangat senang bisa mengunjungi Zonko’s Joke Shopdan Honeydukes yang asli, kami mampir ke Owl Post, memilih tongkat di Ollivander, minum segelas penuh Butterbeer, dan menjelajahi banyak misteri Hogwarts.

 

Namun ada beberapa kendala yang kami sekeluarga alami. Karena kami datang di hari libur, maka seluruh wahana sedang sangat penuh. Karena kami tidak dapat tiket Express, maka kami harus mengantri wahana Harry Potter dengan jalur yang biasa. Dari jauh kami sudah melihat antrian yang sangat penuh, namun akan sia-sia juga jika kami tidak menaiki wahana tersebut.

 

Maka dengan itu kami tetap memasuki antrian dan tanpa dikira-kira, kami menunggu didalam antrian sekitar 4 jam lebih. Kami sempat ingin keluar dari antrian, namun kami sudah setengah jalan untuk memasuki wahana dan akan menjadi sia-sia dan membuang-buang waktu jika harus keluar dari antrian, maka dengan itu kami tetap mengantri. Namun yang hanya aku pikirkan adalah nenek dan kakekku. Mereka berdiri selama 4 jam dan sudah kewalahan, namun mereka tidak ingin keluar antrian pada saat kami tawarkan, jadi kami teta melanjutkan antrian wahana tersebut.

 

Setelah 4 jam kemudian, kami pun memasuki wahana tersebut. Wahana itu memerlukan kacamata 4D maka dengan itu kami harus mengambilnya terlebih dahulu. Saat kami duduk di kursi wahana, tepat saja pada saat wahana sudah mau selesai, mendadaknya mesin wahana tersebut mati, sehingga semua; layar, mesin, sampai dengan lagu pun mati.

 

Bisa dibilang wahana tersebut tidak cocok  untuk lansia karena membuat pusing mata (karena kacamata 4D). Pihak Universal StudiosJepang pun meminta maaf dan menawarkan semua pemain untuk mengulang permainan sekali lagi. Mau tak mau kami sekeluarga mengulang permainan tersebut hingga selesai.

 

Setelah dihitung-hitung, permainan yang berhasil kami naiki satu hari disana hanya 4 wahana. Karena hari yang sangat sibuk dan Universal Studiosyang sangat ramai, kami pun mengutuskan untuk berkunjung lagi kesana esok harinya supaya dapat mencoba seluruh wahana mainnya. Malamnya pun kami makan disana sembari menikmati kembang api. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya