Seberkas kisah cinta yang telah lama pergi, aku tak tahu hingga detik ini aku masih saja merasa pekat dalam hati. Entahlah, Apakah aku masih terjebak dalam nostalgia masa lalu, atau memang aku masih mengharapkannya kembali hadir dalam hariku.

Cinta itu terus saja mengalir dalam aliran darahku, terus berharap kepada malam agar dapat mendengar siapa yang sedang aku rindu. Aku masih saja mengadu kepada siang, siapa yang sedang aku tunggu, dan aku masih saja berpesan kepada angin, siapa orang ingin aku temui. Bahkan kepada mimpi-mimpi yang datang kepadaku, aku masih saja berharap seseorang yang masih berada dalam khayalku mampu membuka mataku dalam alam sadarku untuk bicara tentang arti setiaku untuknya.

Advertisement

Sesadriku menumpuk resahku dalam ketiadaanmu, seakan aku tak peduli dengan prilaku kasar hari terhadapku. Kegelisahan yang datang memegang kendali hatiku, seakan aku hanya mampu tertunduk cenggeng dalam kesendirianku.

Kenapa aku saja yang membuat semua menjadi rumit tentang kisah kita, sementara kau bertahta bahagia bersama dia yang kini tersenyum manja di hadapanmu. Kenapa aku saja yang mati dalam setia menunggumu, sementara belas kasihmu tak lagi berpihak pada hariku, pada malammu dan pada hati yang terus merengek mengira kau datang membujuknya.

Atau salahkah aku yang mengenal nama cinta itu indah, mengenal cinta itu anugerah dan mengenal cinta itu tak salah. Salahkah diri mencintaimu seperti alam mencintai manusia, dan seperti hujan yang tak pernah merasa ragu untuk meneteskan air matanya dikala bumi kering atau pun basah.

Advertisement


Aku tertinggal sepi dalam penantian yang tak akan pernah terjawab, sebab yang ku tunggu tak akan mungkin memberiku tanya, karena aku mengerti, sangat memahami jika kau tak akan mungkin kembali pada hati yang telah dimiliki oleh orang lain.


Namun, aku akan terus berusaha, berusaha semampu cintaku berkata, berkelana dan bertahta dalam perihnya luka yang tak kunjung pergi dari hati yang kau tinggalkan luka yang teramat dalam. Aku percaya, dan sangat percaya, tak ada yang salah dengan kisah akhirmu untukmu, kau memilih dan itulah tugasmu dan jodoh adalah tugasnya, kau telah menjalani semuanya dengan baik, hanya saja aku belum sadar dengan sempurna tentang itu semua, aku masih lamban menanggapi kata akhir dari adamu sehingga aku masih saja berada dalam setia yang seharusnya tak lagi aku pegang atas namamu.

Aku memang bodoh, namun kebodohanku bukan tentang seberapa hari yang telah aku lewati untuk tetap setia memegang setia atas namamu, namun kebodohan terbesarku, aku terlalu memaksa diri untuk dan bersisih keras kepada dirimu, berharap kepada dirimu, paahal kau tak akan pernah kembali hadir dalam hidupku.

Saat ini dan seterusnya, mungkin bisa ataupun tidak, namun yang jelas cinta dan setia itu masih akan tetap ku kenang, masih tetap ada dalam hatiku walalupun aku tau itu tak akan pernah menjadi baik bagi hidupku. Namun karena cinta itu tak pernah membuat orang menderita, maka aku percaya betapa cinta memberiku sebuah pelajaran yang berarti untuk hidupku. Tak peduli itu rasa sakit ataupun bahagia, yang jelas aku menikmatinya dengan sangat antusias betapa cinta itu memang indah.

Aku dan kamu hanyalah perantara yang belum direstui oleh cinta, aku dan kamu hanyalah perantara yang belum mendapatkan tempat untuk bersama dan aku dan kamu hanyalah perantara yang belum mampu menjadikan arti setia dalam sebuah ikatan. Namun adanya kisah itu, aku percaya, dengan siapapun kamu saat ini dan bersama siapapun cinta yang kau miliki saat ini, ingatlah rasa yang pernah aku ceritakan kepadamu, agar kau mampu bahagia dengan caramu sendiri.

Aku, akan berlaku adil tentang apa yang aku inginkan dari cinta yaitu bahagia, bahagia yang Tuhan berikan untukku, bahagia yang memang tercipta untukku dan cinta yang direstui oleh Tuhan. Aku percaya suatu hari kelak jika kita dipertemukan kembali dalam waktu dan ruang yang tak lagi sama, aku hanya berharap tak ada lagi keraguan untuk saling menyapa, saling berkata, bukan tentang cinta yang pernah ada, namun kisah yang telah kau jalani bersama mereka yang telah kau berikan nama bahagia dalam hidupmu.

Janganlah kau merasa takut jika masih ada luka dalam hatiku untuk membencimu, hal itu tidak akan pernah tergiang dalam benakku, karena cinta tak yang ku miliki lebih dari kata cinta, aku mengenal cinta dengan indah tanpa ada dendam, tanpa ada benci, tanpa ada luka dan tanpa memaksa.

Aku mengenal cinta dengan sangat baik, bahkan aku sendiri tak mengerti kenapa aku sangat terbiasa dengan rasa luka, rasa sakit dan rasa ditinggalkan. Aku tak merasa heran jika cinta terus bergulir dalam kegagalan tanpa jeda, dan aku tak merasa canggung, ketika cinta terus mengejekku dalam sunyi.

Aku akan terus berupaya dengan nikmat dan anugerah yang Tuhan berikan untukku, termasuk cinta, aku akan menikmatinya, apapun bentuk kisahnya, seperti kamu, kamu adalah cinta yang pernah titipkan kisah dalam hidupku. Hadirmu petunjuk bagiku untuk menjaga cinta dan setia dengan baik, hanya saja semesta belum berpihak kepadaku untuk kau berada halal dalam bahagiaku.

Kisah itu dan kisah yang pernah hadir atas nama cinta dalam hidupku, itu tak akan aku biarkan mengusik siapapun kepada pemiliknya, termasuk diriku sendiri, karena cerita itu biarlah ada ditempatnya tersendiri dan biarkan dia tetap ada meskipun tanpa ada yang membacanya. Kenangan itu biarlah tersimpan rapi dalam setiap langkah yang pernah kita lakukan bersama, biarkan dia tepat tersenyum pada masanya, dan biarkan dia cinta itu tetap menjadi alasanku dan kamu untuk berlaku bahagia bersama orang-orang terkasih di tempat yang berbeda.

Kita sama, sama-sama ingin bahagia, namun apakah harus bersama juga, tentu tidak. Kita bercerita dan bercinta mungkin hanya sebatas lagu yang ketika indah saat didengar namun akan tertinggal rasa saat lagu itu berhenti, jika pun harus di putar kembali sudah pasti akan memiliki makna yang berbeda.

Aku dan kamu itu sama, sama-sama pernah berkata cinta dan rindu kepada hari, malam bahkan detik sekalipun, namun percayalah aku dan kamu akan tetap merasakan itu semua jika kau mengerti jika cinta tak akan pernah inginkan itu semua terjadi dalam keadaan luka, hanya saja cinta ingin menguji betapa mengerti kita mengenalnya dengan baik sehingga kita lupa jika saat ini kita tidak bersama lagi.

Darimu cinta aku sangat merasa jika kisah itu telah memberiku banyak makna tentang arti setia, arti bahagia dalam hidupku, kamu memang tidak akan pernah bersama denganku dalam ikatan cinta yang sah, namun paling tidak aku pernah bercerita kepadamu jika kamu adalah cinta yang pernah aku temui di dunia ini dan itu aku pastikan indah dan tidak ada kata gombal di dalamnya.

Aku merasa tak ada yang kurang dengan cinta yang aku berikan untukmu, tak ada yang berlebihan dengan kata setiaku untukmu. Aku mencintaimu dalam setia yang tidak lebih dan kurang dan semua masih ku rasa indah hingga saat ini ketika aku teringat jika kau masih tetaplah sama seperti dulu, dan tak akan aku biarkan hatiku membungkam kata maafmu untuk kau bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya