Yuk Kenalan dengan Mindfulness dan Kaitan Serta Manfaatnya dengan Memasak!

Fakultas Penddikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta telah menyelenggarakan webinar bertajuk “Self Healing dengan Mindful Cooking” pada tanggal 5 Juni 2021 pada pukul 14.00 WIB. Acara ini diselenggarakan sebagai pengaplikasian salah Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyrakat. Peserta webinar dapat menyaksikan webinar ini melalui platform Zoom Meetings serta Youtube Live pada saluran resmi Prodi Psikologi UNJ. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Fakultas Penddikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta dengan PT. Emina Cheese Indonesia, Lumira Talenta Indonesia dan Laksmi Karya Bhakti. Peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih 250 partisipan dari berbagai daerah di Indonesia dan telah ditonton lebih dari 240 kali pada saat live di Youtube

Webinar ini dipandu serta dimoderatori oleh Aprilia Ruwanda selaku mahasiswi Fakultas Penddikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta dengan mengundang tiga pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing yaitu Ibu Irma Rosalinda, M.Si, Psikolog dan Ibu Lupi Yudhaningrum, M.Psi, Psikolog yang merupakan dosen Fakultas Penddikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta. Karena webinar ini bertemakan mindful cooking, acara ini juga turut mengundang salah satu Executive of Chef dari PT. Emina Cheese yaitu Chef Pundra Suhandono atau yang biasa dikenal dengan  Chef Pow Pow.

Mindfulnesss merupakan keadaan dimana ketika pikiran individu berfokus pada saat ini dan sekarang. Mindfulness dipercaya membantu individu dalam urusan kesehatan mental. Salah satu manfaat bagi individu yang menerapkan mindfulness yaitu memberikan kemampuan individu untuk mampu menerima segala momen di hidupnya dengan apa adanya dan jauh lebih positif (Hupert dan Johnson, 2010; dalam Nurida dan Widyasari, 2020).

Penelitian yang dilakukan oleh Huston, Garland, & Farb (2010) dalam Nurida dan Widyasari (2020) mindfulness memberikan manfaat bagi individu yaitu menjadi lebih positif, lebih bahagia, bersikap produktif, dan mampu mengetahui diri sendiri dengan lebih baik Mindfulness acap kali dikaitkan dengan meditasi, namun sebenarnya mindfulnesss dapat diterapkan pada aktivitas sehari-hari, tidak hanya saat meditasi seperti ketika memasak. Melalui pemaparan yang dilakukan oleh Ibu Irma Rosalinda, M.Si, Psikolog, beliau memaparkan tentang mindfulness cooking serta menjelaskan pentingnya mindfulness. Menurut Ibu Irma Rosalinda, M.Si, Psikolog mindfulness penting karena biasanya kita sering kali terburu-buru terhadap apa yang sedang kita kerjakan sehingga kita tidak hadir atau bahkan kehilangan momen yang sedang kita jalani. Terdapat lima dasar mindfulness, yaitu :        

1) Bertindak dengan kesadaran

2) Kemampuan mendeskripsikan

3) Sikap tanpa penilaian terhadap pengalaman

4) Kemampuan mengobservasi

5) Sikap non reaktif terhadap pengalaman

Germer (dalam Umniyah & Afiatin, 2008) menyebutkan terdapat tiga komponen utama dalam mindfulness yaitu kesadaran, pengalaman saat ini, dan penerimaan. Dalam penjelesan yang disampaikan oleh Ibu Irma Rosalinda, M.Si, Psikolog salah satu manfaat mindfulness ialah dapat membuat hidup lebih damai, tenang, sejahtera, dan dapat melatih fokus. Pada webinar ini kami membahas tentang mindfulness dalam memasak.

Dengan kita mindful pada saat memasak, itu dapat dijadikan salah satu sarana untuk self healing. Menurut Dominggo, Parjo & Herman (2017) self healing sendiri merupakan proses penyembuhan yang dilakukan diri sendiri dan berfokus pada mind, body, and spirt. Dalam self healing kita tidak menggunakan obat, melainkan kita sendiri lah yang menyembuhkan luka pada diri kita dengan cara mengeluarkan dan menyembuhkan emosi serta perasaan negatif  yang ada pada tubuh kita. Self healing juga dapat mengurangi perasaan cemas dan stress yang tengah kita alami. Dalam pelaksanaan mindfulness dalam memasak terdapat beberapa tahapan, yaitu :


  1. Menentukan apa yang ingin dimasak

  2. Menentukan tujuan memasak, dengan kita menentukan tujuan memasak, kita dapat lebih fokus ketika memasak agar tujuan kita tercapai

  3. Memperhatikan setiap proses dalam memasak, seperti pada saat memotong bahan masakan, mencuci bahan masakan dan lain sebagainya

  4. Fokus dan benar-benar merasakan ketika kita sedang memasak, seperti kita dapat membaui masakan yang tengah kita buat atau kita juga dapat memfungsikan indera lainnya

  5. Menghargai makanan yang telah kita buat, pada tahap ini kita perlu mengapresiasi masakan yang telah kita buat sebelumnya. Tentunya dengan mengapresiasi masakan yang telah dibuat, kita akan merasa puas dengan proses dan hasil nya.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa dengan kita mindful ketika memasak memiliki manfaat yang cukup baik untuk kesehatan kita dan cukup mudah untuk dilakukan ketika sedang memasak. Selain itu mindfulness sendiri pun memiliki manfaat yang sangat baik untuk diri kita yaitu membuat hidup lebih damai, tenang, sejahtera, dan dapat melatih fokus.

 

Daftar Pustaka

Dominggo, J.A, Parjo, & Herman. (2019). Pengaruh Terapi Self Healingmetode Doa Terhadap Skor Kecemasan Pada Lansia Di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Proners. 4(1)

Nurida, U., & Widyasari, P. (2020). Impulsivitas Siswa Sekolah Menengah: Peran Mindfulness Dan Self-Control. Jurnal Psikologi Insight, 4(1), 1-14

Umniyah & Afiatin, T. (2009). Pengaruh Pelatihan Pemusatan Perhatian (Mindfulness) Terhadap Peningkatan Empati Perawat. Jurnal Intervensi Psikologi. 1(1). 17-40

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya merupakan mahasiswa Psikologi di Universitas Negeri Jakarta