Musim Depan Liga 1 Gunakan AAR, Solusi Untuk Masalah Kepemimpinan Wasit

Sejauh ini, keputusan-keputusan wasit di Liga 1 sering memicu kontroversi

Sepanjang gelaran Liga 1 musim ini, keputusan-keputusan wasit kerap memicu kontroversi. Mulai dari offside yang sebenarnya masih on-side hingga penalti kontroversial mewarnai gelaran Liga 1 musim 2021-2022. Demi mengatasi hal tersebut, Mochamad Iriawan selaku ketua umum PSSI, memastikan bahwa Liga 1 musim depan (2022-2023) akan kembali menggunakan Additional Asistant Referee (AAR) atau asisten wasit tambahan.

Additional Asistant Referee (AAR) sendiri sebenarnya sudah mulai digunakan di musim ini, yaitu pada pekan 30 Liga 1 atau saat Liga 1 masih menyisakan lima pertandingan. Harapannya, dengan tambahan wasit akan meminimalisir human error yang menyebabkan kontroversi di pertandingan Liga 1.

Apa itu AAR

Wasit | Credit dok. PSSI

AAR merupakan tambahan wasit yang terdiri dari dua orang yang memiliki tugas untuk berada di sisi kiri gawang. AAR ini sudah pernah dipakai di beberapa kompetisi Asia dan Eropa, namun saat ini kompetisi Eropa sudah beralih ke teknologi VAR (Virtual Assistant Referee).

Sekedar info, VAR adalah teknologi yang membantu wasit sepakbola untuk mengambil keputusan dengan meninjau rekaman video instan. Sehingga teknologi ini bisa meminimalisir kesalahan dari wasit.

Penggunaan AAR

Mochammad Iriawan sendiri sudah meninjau langsung penggunaan AAR ini pada pekan 30 Liga 1, tepatnya pada hari Rabu 9 Maret 2022 saat pertandingan Persela Lamongan vs Persikabo 1973 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Dalam pertandingan ini kemenangan diraih oleh Persikabo 1973 dengan skor 3-2.

Menurut pria yang kerap disapa Iwan Bule ini, penggunaan AAR terbukti efektif untuk membantu wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Oleh karena itu, penggunaan AAR akan kembali digunakan di Liga 1 musim depan.

Sedangkan untuk Liga 2 dan 3, penggunaan AAR masih akan dikaji lebih lanjut. Namun Iwan Bule menuturkan bahwa PSSI memiliki keinginan yang serius untuk menggunakan AAR di Liga 2 dan 3 agar pertandingan lebih menarik dan adil.

Mengapa belum menggunakan VAR

Saat melakukan jumpa pers di Bali pada hari Rabu kemarin, Mochamad Iriawan juga menyampaikan pertimbangan mengapa Liga 1 belum menggunakan VAR. Beliau mengatakan bahwa Liga 1 belum siap untuk menggunakan teknologi VAR karena biayanya yang besar.

Untuk pembelian harga alat VAR sendiri harus merogoh kocek sebesar 87 miliyar rupiah. Dan untuk setiap pertandingan yang menggunakan VAR harus mengeluarkan biaya sebesar 200 hingga 250 juta rupiah.

Tidak hanya itu, penggunaan teknologi VAR juga mengharuskan para wasit untuk melakukan pelatihan terlebih dahulu. Kendati demikian, Iwan Bule tetap berencana menggunakan teknologi VAR di Liga 1 mendatang.

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.