Siapa sih yang nggak mau menggapai puncak tertinggi kedua di Indonesia ini. Tentu semua para pendaki menginginkannya, apalagi bisa menyelesaikan seven summit Indonesia. Duh dek, apapun medannya tetap trobos. Tapi masih banyak pendaki yang takut dengan gunung api ini.

"Gimana ya treknya, ntar kalau nggak kuat gimana?"

Advertisement

Pikiran itu selalu muncul di kalangan pendaki khususnya cewek nih. Tapi namanya pendaki mah nggak kenal capek, terus berjuang sampai ke puncak. Gunung kerinci masih tergolong memiliki trek yang cukup terjal dan melelahkan. Tapi asalkan kamu menyimak tips di bawah ini bakalan sukses pendakianmu, dijamin deh. Yuk simak…


  • Atur back system carrier-mu

Poin penting adalah carrier, karena dia yang membawa beban saat pendakian. Kalau packing dan back system-nya nggak baik bakalan bikin capek lho. Torso atau ukuran punggung setiap orang tu beda-beda. Maka dari itu dibutuhkan pengaturan back system sesuai tubuh masing-masing. Seberat apapun perjalanan asal carrier-nya nyaman mah enak-enak saja

Advertisement


  • Gunakan sepatu yang sesuai

Di indonesia sepatu memiliki 2 tipe yaitu sepatu khusus trek basah dan trek kering. Kerinci ini ada 2 trek ya, trek basah saat mulai pendakian sampai shelter 3 dan trek kering pasir bebatuan saat akan summit attack. Kenapa sih harus milih sepatu? Soalnya ini pengaruh banget, kalau dijalan kena trek basah tiba-tiba terpeleset karena sol nggak sesuai kan sakittt. Itu mengapa pemilihan sepatu saat pendakian di butuhkan banget. Usahakan waterproof juga biar nggak lembab kalau kemasukan air guys.


  • Bebanku sudah berat, jangan kau tambahi 😔

Itu kalau beban segede kulkas gitu keren ya. Dia kuat. It's big no. Berat beban yang normal adalah 1/3 dari berat badan. Lebih dari itu akan menyiksa punggung kita, kasihan lho punggung kita menopang beban berat dengan waktu yang nggak singkat. Apalagi buat cewek, bisa keganggu lho rahimnya. So, pintar-pintar milih beban yang mau dibawa deh, jangan semua isi lemari dibawa.

Kasian punggungmu. Beban ini disesuaikan juga dengan lama pendakianmu. Kalau 2-3 hari tahu lah yang mesti dibawa seberapa, nggak mungkin kan segede kulkas. Saran sih ya, buat cewek jangan sampai bawa berat, kelak rahimmu akan mengandung seorang baby yang lucu, jagalah tempat dia tinggal 9 bulan itu. Nggak mau kan cidera hanya karena naik gunung?


  • Aklimatisasi

Apa sih itu? Aklimatisasi adalah proses adaptasi memasuki lingkungan yang baru. Di rumah, kita ada di suhu normal dengan kadar oksigen yang normal juga. Berbeda jauh saat di gunung, semakin tinggi gunung suhu akan meningkat dan kadar oksigen semakik turun. Aklimatisasi sederhana yang bisa dilakukan oleh pendaki adalah melakukan peregangan sebelum pendakian, mendaki secara perlahan, jangan paksakan diri, tarik nafas panjang secara perlahan dan hembuskan, biarkan tubuh melakukan proses penyesuaian. Istirahat yang cukup, dan banyak minum air putih jangan sampai dehidrasi ya.


  • Persiapkan mentalmu

Tanpa semangat pendakian nggak bakalan sukses guys. Nikmati aja setiap capeknya, setiap peluhnya, setiap dinginnya. Itu adalah suatu proses. Jadi ya sudah nikmati saja, akan ada keindahan dibalik semua perjuangan Hal yang tak kalah penting adalah kesiapan mental. Buang jauh-jauh kebiasaanmu yang doyan serba instan. Mendaki gunung akan membuatmu belajar sabar dalam upaya.

Kamu juga harus charge penuh semangat supaya tak mudah lelah dan ingin menyerah di tengah perjalanan nanti. Semangat, hasil takkan mengkhianti usaha. Jangan patah semangat, kembali ke tujuanmu dan niatmu dalam pendakian. Fokus pada perjalanan, nikmati capeknya nikmati dinginnya dijamin deh pendakianmu lebih berarti. Apalagi memanfaatkan momen dengan berinteraksi sama orang baru, siapa tau ketemu jodoh. Ya kan? Salam Lestari. . .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya