Untukmu seseorang yang diam-diam kusebut dalam setiap doaku.

Membicarakan tentang cinta sebenarnya tak se-simple mengatakan "I Love You", "Aku cinta kamu", atau "Aku sayang kamu", tidak. Tidak se-simple itu. Cinta tak se-simple jalan bareng, makan bareng, atau saling mengucapkan "Selamat tidur, selamat beristirahat". Cinta terlalu pendek bila disampaikan dengan kata-kata. Inilah alasan mengapa adakalanya kata-kata tak dapat membingkai apa yang dirasa.

Untukmu seseorang yang diam-diam kusebut dalam setiap doaku.

Cinta tak se-simple membuat status "Nama Orang yang Kita sayang" di status BBM, Whatsapp, atau Line. Tak se-simple saling mengirim emoticon peluk, cium, ataupun bergandengan tangan. Cinta tak sebercanda itu. Yang bilang "Cinta itu simple, cukup jalani saja" sebenarnya sedikit omong kosong. Kau pasti taulah bila menjalani tanpa persiapan dan niat itu akan berakhir seperti apa. Lalu, sesuatu yang bernama cinta itu seperti apa? Mungkin, hipotesis sederhana untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah, "Adakalanya kata-kata tak dapat membingkai apa yang dirasa".

Untukmu seseorang yang diam-diam kusebut dalam setiap doaku.

Advertisement

Apakah cinta hanya sebatas rasa? Atau sebuah euforia utopis fatamorgana? Tidak juga. Cinta terlalu lucu bila diidentikan dengan pacaran. Karena sekali lagi, cinta tak sebercanda itu. Apakah pantas sesuatu yang dimulai dengan berkenalan, lalu nembak (menyatakan perasaan), menjalin hubungan (pacaran), jalan bareng, bergandengan tangan, mengucapkan Happy Anniversary walau baru dua minggu, saling memanggil "sayang", dan lain-lain? Apakah sesederhana itu? Tentu tidak, kawan. Kita yang sudah dewasa tentu sudah mengetahui dan mengerti apakah hakikat sebenarnya cinta dan untuk apa cinta itu. Bila ada yang bertanya, lalu apa cinta itu? Sekali lagi, "Adakalanya kata-kata tak dapat membingkai apa yang dirasa".

Apakah tulisan ini hanyalah sebuah retorika dan bentuk ketidakpengetahuan penulis tentang cinta? Terserah kau saja, kawan ingin menuduh penulis apa. Bila kita dewasa, kita pasti paham apa maksud penulis menulis ini. Namun jujur, tujuan sebenarnya tulisan ini hanya sebagai 'sentilan' untuk mereka yang menganggap bahwa cinta itu simple, mudah, dan bahkan hanya sebatas pacaran atau perkataan "Aku cinta kamu".