"Hujan selalu datang walaupun sudah terjatuh berkali kali." Hah, rasanya aku demikian, Kau salah seorang yang mampu membuatku menangis selain bapak dan ibuku. Aku nggak begitu paham dengan apa hal ini, tapi yang pasti aku merasakanya. Kau pernah membuatku bangkit, mengangkat semangatku dengan kata "semangsa" yang selalu membuatku tersenyum, hah tapi itu dulu, hari sudah berlalu.

Darimana aku harus memulai lagi dari yang semuanya telah berubah. aku tidak menggerutuimu, hanya saja ini sedikit hal yang ingin aku tumpahkan, persoalan yang sudah malas buat kusimpan sendiri.Aku selalu membiarkanmu dengan perubahan keacuhanmu padaku karena jika kutanyai kau selalu saja tidak merasa, kalimat manis yang sering kau katakan perlahan lahan mulai kau tarik, menggantiknya dengan kalimat yang selayaknya berat atau mustahil terjadi, aku nggak mengerti kenapa bisa secepat itu, kau pun tak pernah menanyakan kabarku, kau juga tak mau menghubungi jika tak di hubungi.

Jenuh. ya kurasa kau merasakan itu, kau tahu? Dalam setiap hubungan pasti merasakan hal seperti itu (titik jenuh), kebanyakan yang sudah melewati fase itu adalah yang mengabaikanya, tak mempedulikan fase itu. Jangan membuat dirimu seperti berlari terus, mengejar itu tidak enak, satu hal yang aku takutkan, kau asik berlari sampai kau tidak sadar bahwa yang mengejarmu sudah tertinggal bahkan berhenti.

Tetapi tenanglah, jika itu bisa membuatmu tetap nyaman dan bahagia, aku bisa melakukanya, rasa sakit akan hilang jika bisa membuatmu tersenyum, penyair bilang itu kehidupan, cinta, dan pengorbanan hati. Mungkin aku terlalu menyayangimu, dan itu tak bisa membuat aku membencimu atas hal yang kau lakukan padaku. terimakasih sudah bermain roaller coaster bersamaku.