Aku menyadarinya, sejak pertama kali jatuh hati padamu aku menyadarinya bahwa ini hanya akan menjadi luka untukku. Aku mencintai milik orang lain yang hatinya telah jatuh pada hati yang lain.

Logika memaksaku, menyiksaku, membuatku terpuruk untuk melupakan saja dirimu, logikaku memakiku, menghinaku, bahkan hampir membuatku gila. Logika menjelaskan padaku tentang apa yang akan terjadi jika aku tidak memaksakan diri melupakanmu. Logikaku sendiri menghancurkan aku, logikaku memerangi diriku.

Advertisement

Kenyataannya, aku tidak berhenti mencintaimu, aku tetap menikmati setiap detik keindahanmu dari sisi gelapku, dari kejauhanku. Aku rasa kamu telah berhasil melumpuhkan logikaku, tidak, bukan kamu, mencintaimulah yang membuat lumpuh logikaku. Bagaimana bisa aku tidak mencintaimu, sementara senyummu tertanam jelas di pikiranku, segala tentangmu adalah hidupku, kamu mengalir didarahku.

Aku sudah lupa bagaimana hangatnya matahari pagi saat dulu sebelum hatiku jatuh padamu. Aku sudah lupa bagaimana caranya bahagia semenjak kamu tidak disini. Aku sudah lupa bagaimana caranya menikmati hidupku yang sepi ini. Aku sudah lupa bagaimana caranya berlari semenjak kamu memutuskan untuk pergi dari sini.

Aku pikir waktu akan mengobatiku, aku pikir waktu akan menamparku dan membuatku bangun dari mimpi ini. Tapi sekian banyak waktu yang kulalui tanpa ada kamu disini. Aku seperti mati, waktuku hanya untuk mati-matian memintamu pada tuhan agar mengembalikanmu kembali disini bersamaku meski tidak untuk kumiliki, hanya untuk mencintaimu tanpa kurang sedikitpun, hanya untuk menunggumu datang.

Advertisement

Hidupku hanya untuk bermimpi, hanya untuk berkhayal, taukah kamu saat ini hanya khayalan yang membuatku bahagia, tentangmu ada disisiku, melihat senyummu, menghirup aroma tubuhmu yang sudah sejak lama kurindukan, memelukmu.

Sejauh apapun dirimu pergi, selama apapun waktu membawaku mengalir, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Tidak pula seperti katamu, waktu akan membuatku melupakanmu, tidak terbukti perkataanmu itu. Waktu hanya membawaku semakin tidak waras mengkhayalkanmu, merindukanmu, memimpikanmu. Mungkin sebentar lagi aku akan gila, tidak, sepertinya aku sudah gila, karena dayaku tidak sebesar itu untuk menahan kerinduan padamu.

Mungkin saja saat ini sedang kamu nikmati hidupmu yang sedang bahagia-bahagiannya bersama dia. Aku turut bahagia untukmu. Aku doakan yang terbaik untukmu. Sungguh aku tidak akan memaafkan dia yang kamu pilih jika sekali saja aku tahu dia melukai hatimu. Akan kupintakan karma yang paling kejam untuk siapa saja yang menyakitimu. Semoga dia tau bahwa aku tidak sedang bercanda, aku akan benar-benar menjagamu, ya..menjagamu, meski dari kejauhan saja.

Disinilah aku berdiri, akan selalu ada disini, aku tidak akan beranjak kemana-mana, supaya jika kelak kamu ingin kembali atau hanya sekedar bersandar sejenak padaku, kamu tahu dimana kamu bisa menemukanku.

Salam hangat dariku, seseorang yang tidak pernah berhenti mencintaimu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya