Setiap manusia di muka bumi tercipta dengan banyak perbedaan, baik fisiknya, pemikirannya, jalan hidupnya, cita-citanya, kemampuannya, dan masih banyak lagi. Sekian banyak perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing orang tentu terselip berbagai passion di dalamnya. Tuhan telah memberikan hak bebas kepada manusia untuk menjadi unggul. Perlu juga menjadi catatan penting bahwa unggul bukanlah benda ajaib yang jatuh dari langit secara ‘gratis’!

Suatu hal yang sangat kamu senangi, dimana kamu tak kenal lelah ketika menjalaninya, dimana kamu tak ingin berpisah darinya, dimana kamu mendedikasikan hidupmu untuknya, dimana kamu mempunyai cita-cita setinggi langit bersamanya, itulah passion. Bukan orang lain yang menentukan passion-mu, bukan juga ikut-ikutan orang lain, tetapi dirimu sendirilah yang tahu, menyadari, dan paham apa dan dimana letak passion-mu.

Advertisement

Berbicara tentang menjadi unggul bukan berarti kita harus menjadi seorang yang tersohor di dunia, memiliki harta kekayaan yang berlimpah, dan jabatan yang tinggi. Percayalah jika hal-hal duniawi adalah goal kita untuk menjadi unggul, kamu tidak akan belajar tentang makna hidup. Menjadi unggul adalah bagaimana manusia berupaya untuk terus membangun integritas diri dan mendongkrak pikiran melalui belajar, baik di lembaga pendidikan maupun pengalaman-pengalaman hidup yang mendukung passion-mu dan menghantarkan dirimu untuk menjadi unggul.

Masalah terkenal nantinya adalah bonus. Goal utamamu bukanlah terkenal, tetapi menjadi cerdas, membanggakan, dan berguna bagi nusa dan bangsa. Pintar saja tidak cukup untuk ‘mengelola’ si passion, tetapi juga mebutuhkan pemikiran yang kreatif. Jangan pernah pesimis ketika kita tidak pernah mendapatkan ranking yang memuaskan di sekolah atau IPK yang tinggi semasa kuliah. Sesungguhnya nilai dengan angka-angka atau huruf cemerlang tersebut bersifat sementara, tidak mutlak! Bahkan test IQ pun bukanlah penentu keunggulan dan kesuksesan seseorang di masa depan. Penentu keunggulamu adalah bukan orang lain, bukan pula nilai-nilai yang brilliant semasa menempuh pendidikan, tapi dirimu sendiri. As long as you are a creative thinker, you are a problem solver!

Siapapun pasti ingin menjadi unggul. Masalahnya, bagaimana caranya? Basic untuk menjadi unggul adalah passion yang kamu miliki. Apapun passion-mu, di bidang sosial, sains, bahasa, seni, dan lain sebagainya, itu semua akan menghantarkanmu menjadi seorang yang unggul. Selama kamu yakin, mau berusaha, berprinsip, mempunyai visi-misi, tidak gampang menyerah, kamu pasti bisa menjadi unggul! Kamu juga tidak perlu pusing dengan cemoohan orang lain ketika kamu menentukan arah hidupmu. Apalagi gara-gara hal tersebut, kamu jadi ‘banting setir’ dari passion-mu. Apakah orang lain akan bertanggungjawab terhadap hidupmu? No! Memang, kita akan menghadapi berbagai kendala ketika kita berjuang bersama si passion untuk masa depan. Kita pasti pernah diremehkan dalam berbagai situasi, misalkan keadaanmu yang tidak mendapatkan ranking yang memuaskan semasa sekolah, atau bidang yang kamu senangi itu tidak ada apa-apanya di mata orang-orang. Kamu pasti akan merasakan kesedihan dan sakit ketika berada dalam situasi ini. Kamu pasti pernah menyalahkan dirimu mengapa kamu terlahir demikian. Kamu pasti pernah iri dengan teman-temanmu bahkan saudara-saudaramu dengan berbagai prestasi yang ia raih. Kamu pasti pernah berpikir bahwa di masa depan kamu tidak akan sukses. Tapi kamu tidak lebih dari seorang pecundang jika kamu berlama-lama dalam situasi ini, dan kamu adalah lebih dari pemenang jika kamu segera menghapus air matamu, menegakkan kaki, dan melangkah maju. Orang lain boleh-boleh saja mendadak berubah menjadi peramal hidupmu, tetapi percayalah bahwa Tuhan tetap perancang utama dalam kehidupanmu. Jadi, habiskanlah waktumu untuk berserah kepada Tuhan tentang cita-citamu.

Advertisement

Lihatlah Albert Einstein, juga Thomas Alfa Edison. Dua orang unggul kelas dunia di bidangnya yang bisa menjadi contoh dan teladan. Apakah mereka berdua mempunyai goal untuk menjadi tersohor dan melegenda? Banyak informasi yang bisa kita cari, baik buku maupun internet yang menyatakan bahwa berpuluh-puluh tahun mereka menghabiskan waktu hidupnya untuk terus belajar dan melakukan penelitian. Tidak tebersit di pikiran mereka untuk menjadi orang tersohor di seluruh dunia. Ken Soetanto, warga Indonesia yang kini berkancah di Jepang menyandang empat gelar doktor di bidang yang berbeda. Sebelum ia melanjutkan pendidikan di Jepang, ia banyak mengalami masa-masa sulit. Ia terlahir dari keluarga yang teramat sederhana.

Ia juga merupakan korban dari kebijakan era Orba, dimana SMA khusus keturunan Tionghoa tempatnya bersekolah harus ditutup. Toko elektronik milik sang kakak, dimana tempat itu merupakan tempatnya belajar dan berkreasi, ludes terbakar. Di usianya ke-23, dia tidak berpikir bahwa terlambat untuk belajar lagi. Dengan ongkos yang seadanya, ia bertolak ke Jepang dan gigih menjalani kehidupan di Jepang sebagai mahasiswa. Pada akhirnya, ia berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi ilmuwan yang menyebarkan ilmu.

Masih banyak tokoh-tokoh unggul kelas dunia yang dapat menginspirasi dan memotivasi kita untuk menjadi unggul. Melalui beberapa contoh diatas, kita dapat melihat bahwa menjadi unggul tidak ada batasan-batasan apapun. Keterbatasan dan kendala tidak akan selamanya menjadi tembok yang kokoh ketika kamu mau berjuang merobohkannya. Berapapun usiamu, dimanapun kamu berada, apapun suku dan agamamu, apapun passion-mu, semua itu bukanlah batasan yang dapat merobek impianmu. Menjadi unggul dan kebanggaan adalah pilihan, pilihan yang ditentukan oleh dirimu sendiri. Jika kamu mau tekun dan berusaha, jika kamu percaya bahwa Tuhan selalu menyertaimu, tidak ada yang mustahil untuk meraih mimpi-mimpimu. Apapun passion-mu, jadilah unggul!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya