Orang-orang muslim biasanya pergi ke Arab paling sering karena 1 hal, umroh. Umroh adalah kegiatan ibadah dimana kita melakukan beberapa ritual yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhamad dan kaumnya. Kegiatan ibadah ini dilakukan di Mekkah, lebih tepatnya di Masjidil Haram. Di Indonesia, kegiatan umroh dilakukan kebanyakan dengan perusahaan-perusahaan travel, salah satunya. Mereka biasanya tidak hanya mengajak orang-orang untuk umroh, namun juga mengajak untuk mengelilingi tempat-tempat bersejarah. Dua tempat yang selalu dikunjungi oleh mereka adalah Madinah dan Mekkah.

Berbagai tempat dapat dikunjungi di Madinah. Masjid Quba, Jabal Uhud, Makam Syaidina Hamzah, Qiblatain, Masjid Sab'ah, Kebun Kurma dan Jabal Magnet adalah beberapa dari tempat-tempat yang dapat dikunjungi. Dari semua tempat itu, tempat yang paling sering dikunjungi adalah Masjd Nabawi. Masjid Nabawi adalah masjid terbesar di Madinah.

Advertisement

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengelilingi masjid itu. Halaman masjidnya dipenuhi oleh jalan keramik dan payung-payung raksasa berwarna abu-abu yang membuat tempatnya terlihat sangat megah. Keindahan masjid itu berkali lipat bertambah saat malam hari datang, lampu-lampu berwarna hijau yang ada di payung-payung raksasa dinyalakan. Lampu-lampu besar itu berpadu dengan desain masjidnya, dan karena malam, cahaya hijaunya sangat terlihat. Dalam masjidnya pun tidak kalah bagus.

Semua pintu masuk masjid adalah pintu raksasa yang terbuat dari emas dengan ukiran-ukiran nama nabi Muhamad SAW. Di dalam, banyak barang-barang yang berwarna emas. Lampu-lampu, Al-Quran, rak buku, mimbar, dan lain-lain. Masjid ini juga memiliki tiang-tiang keramik besar yang merekat di langit-langit masjid. Memang Masjid Nabawi sangatlah megah, namun bukan itu lah hal yang paling menakjubkan tentang masjid itu. Disana, maupun itu pagi ataupun malam, selalu ada banyak orang di sana yang beribadah.

Maupun orang lokal ataupun dari luar, banyak orang berkumpul disana, berbeda dengan di Indonesia yang masjid-masjidnya tidak pernah penuh, hanya kalau ada hal-hal yang penting, seperti Idul Adha dan Idul Fitri masjid bisa penuh. Suasana ini memang berbeda dengan masjid-masjid yang lain di Madinah. Hal ini dikarenakan karena sejarah masjid ini untuk agama muslim.

Advertisement

Masjid Nabawi adalah Masjid kedua yang Nabi Muhamamad bangun dan masjid ketiga yang dibuat dalam sejarah. Masjid ini dulunya adalah rumahnya Rasullah setelah Dia hijrah ke Madinah pada 622M. Walaupun begitu, Nabi Muhamad rela, bahkan ingin menjadikan rumahnya, tempat pribadinya sebagai pusat masyarakat, majelis, dan sekolah agama. Setelah meninggal, makamnya Rasullah diletakkan disini. Di sana juga ada makam dari dua sahabat Nabi Muhammad.

Mereka adalah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dulunya masjid ini tidak ada atap dan tidak sebesar sekarang, namun ada banyak perluasan dan renovasi tempat yang telah dilakukan. Pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad 628M, 6 tahun setelah pembutan masjid. Ini dilakukan setelah Pertempuran Khaibar. 8 kali perluasan dan dan 3 kali perbaikan dan penghiasan terjadi setelah itu.

Biasanya saat perjalanan dari Madinah ke Mekkah, Jamaah umroh berhenti di Bir Ali. Untuk umroh, kita diharuskan untuk pergi ke tempat-tempat Miqat dan melakukan sholat Taihyatul Masjid yang hanya dapat dilakukan di tempat-tempat tertentu yang sudah ditentukan sebagai tempat Miqat, dan Bir Ali lah tempat Miqat yang biasanya digunakan.

Bir Ali sendiri adalah tempat Miqat yang istimewa. Hal ini dikarenakan masjid ini adalah tempat dimana ihram ditemukan. Tempat ini dulu juga selalu dijadikan Rasullah untuk tempat miqat. Tempat ini adalah Bir Ali memiliki warna putih krem, yang membuat masjid terlihat sangat harmonis dengan gurun, tempat yang mengelilingi masjid itu.

Masjid itu sendiri lumayan besar, jika dibandingan dengan masjid-masjid di Indonesia, mungkin besarnya kurang lebih 2 kali lipat. Di dalamnya sangat besar dan rapih. Layak dipanggil seperti rumah Allah. Di sekitar Bir Ali, ada banyak toko-toko. Ini sangat masuk akal, karena kebanyakan orang omroh pergi ke sana, yang membuat tempat itu biasanya penuh dengan turis.

Setelah selesai Miqat, jamaah-jamaah akhirnya dapat melakukan hal yang sudah ditunggu-tunggu, umroh. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, umroh hanya dapat dilakukan di Mekkah. Mekkah adalah tempat yang sangat istimewa untung orang-orang muslim. Berbagai sejarah tertulis di Mekah, seperti diangkatnya Nabi Muhammad menjadi nabi, surat Al-Quran pertama yang diturunkan, Perang Fathu Mekkah, dan lain-lain.

Sekarang, tempat ini adalah tempat yang sangat ramai dikunjungi. Jika dibandingkan dengan Madinah, Mekkah bisa dibilang jauh lebih modern. Di Mekkah, ada banyak mall-mall yang besar-besar yang dipenuhi dengan banyak toko, maupun toko makanan ataupun toko perhiasan, toko luar negeri ataupun toko lokal, semuanya dapat kita temukan di sana. Suasana pun juga jauh lebih ramai. Di Madinah, jalanan selalu terlihat sepi, kecuali di Masjid Nabawi. Di Mekkah, di semua tempat, bahkan dijalanan, selalu ada orang-orang yang sedang berkeliaran, maupun itu di toko ataupun sedang berjalan-jalan, selalu ada banyak orang.

Di Mekkah, ada banyak tempat yang dapat dikunjungi, seperti Jabal Tsur, Jabal Rahmah / Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur, dan Ja’ronah, namun pusat tempat turis-turis serta tujuan mereka hanyalah satu, yaitu Masjidil Haram.

Masjidil Haram adalah masjid yang paling special untuk orang-orang muslim. Masjid ini adalah masjid pertama yang pernah dibuat. Pembuat pertama masjid ini adalah Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS. Bisa dibilang tempat ini adalah pusat agama islam. Masjid ini, lebih tepatnya Ka’bah, dikatakan sebagai tempat dimana Allah berpusat. Wahyu-wahyu dari Allah diceritakan turun dari tempat ini. Selain Ka’bah, ada banyak objek wisata lagi yang ada di Masjidil Haram, seperti Makam Nabi Ibrahim, gunung Shofa, dan gunung Marwah (tempat dimana air zamzam ditemukan oleh istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar).

Tempat yang penuh dengan sejarah ini jugalah masjid yang sangat indah. Keindahan tempat ini layak untuk dijadikan pusat agama islam. Luas bangunannya mungkin dapat dijadikan perumahan Dalam masjidnya mirip dengan dalam Masjid Nabawi. Penuh dengan tiang keramik besar, Al-Quran, mimbar, dan lain-lain. Namun, isi masjid adalah satu-satunya hal yang mirip dengan Masjid Nabawi.

Desain masjid ini sama sekali tidak terlihat seperti masjid, namun terlihat seperti arena-arena di Roma. Di tengah-tengah bangunan, tidak ada atap. Ini dikarenakan ada Ka’bah di tempat itu. Ada dua lantai di Masjid ini, satu sebagai masjidnya, dan satu lagi adalah untuk umroh. Tempat ini selalu diisi oleh orang, maupun itu untuk umroh atau ibadah lain. Untuk masuk masjid untuk sholat itu sangat sulit. Bahkan, saat sholat, di halaman-halaman masjid pun penuh dengan orang yang ikut sholat berjamaah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya