Saat seseorang sudah berkeluarga,sekekilingnya akan berpikir bahwa Ia hanya boleh menghabiskan waktunya untuk keluarga dalam hal ini suami dan anak-anaknya (bukan harus,akan tetapi seharusnya seperti itu).Apa seperti itu? Apakah kita tidak boleh berinteraksi dengan sekeliling kita? Tentu tidak mungkinkan.

Manusia itu saling membutuhkan satu sama lainnya, anda ingin sukses misalnya: anda membutuhkan orang lain loh! Apa anda tidak memerlukan orang lain? Itu omong kosong. Namun tahu kah anda,kalau diluar sana ada orang yang begitu tidak suka dengan kita yang jika sudah menikah masih berteman dengan sekeliling kita seperti biasanya, tidak diherankan jika pada akhirnya munculah tanggapan tanggapan kurang mengenakan dari mereka. Tapi untuk apa dipikirkan, anda adalah anda, anda tidak dihidupkan oleh mereka,maka untuk apa anda memikirkan mereka, jika yang mereka pikirkan hanyalah hal buruk tentang anda. Anda adalah pribadi yang berprinsip, mengapa anda harus takut untuk melakukan semua yang anda rasa wajar. Disaat anda selalu menganggap keluarga anda penting. Orang diluar sana tidak mengetahui keberadaan anda bersama keluarga,padahal anda sudah menjadi ibu dan istri yang baik. Anda pun ingin menjadi pribadi yang baik bagi siapa saja disekelilingmukan.

Saat seseorang menganggap engkau tidak baik,yakinlah bahwa sebenarnya dia tidak lebih baik dari anda

Kepercayaan yang anda bangun dalam hubungan,membuat pasangan anda tidak pernah ragu dengan apa yang anda lakukan.

Kepercayaan itu ibaratkan kertas putih,saat masih baik akan digunakan untuk merangkai kata demi kata yang dapat menyejukan hati,namun jika kertas itu diacak acak,maka tidak ada gunanya lagi selain dibuang.

Advertisement

Bertemanlah dengan siapa saja tanpa harus berpikir siapa anda,asalkan anda tahu mana yang wajar dan tidak untuk anda lakukan.